Saat terjadi gerhana kaum muslimin disunnahkan untuk melaksanakan shalat gerhana atau shalat Khusuf berdasarkan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Apabila kalian melihatnya (gerhana) maka shalatlah dan berdoalah hingga tersingkap kembali.” (Muttafaqun ’alaihi).
Berikut Ini Tata Cara Shalat Khusuf:
- Bertakbir, membaca doa iftitah, ta’awudz, membaca surat al-Fâtihah, dan membaca surat panjang
- Ruku’ dengan ruku’ yang panjang.
- Bangkit dari ruku’ (i’tidal) seraya mengucapkan : سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
- Tidak sujud (setelah bangkit dari ruku), akan tetapi membaca surat al-Fatihah dan surat yang lebih ringan dari yang pertama.
- Kemudian ruku lagi dengan ruku yang panjang, hanya saja lebih ringan dari ruku yang pertama.
- Bangkit dari ruku (i’tidal) seraya mengucapkan : سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
- Kemudian sujud, lalu duduk antara dua sujud, lalu sujud lagi.
- Kemudian berdiri ke rakaat kedua, dan selanjutnya melakukan seperti yang dilakukan pada rakaat pertama.
- Tasyahud
- Salam
Oleh: Ustadz Muhahmmad Yusran Anshar, Lc, MA - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, dengan sedikit penambahan dari redaksi.[]