Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2016

Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 versi resmi dari GNPF MUI



Kronologi Kejadian Aksi Bela Islam II pada 4 Nov 2016 versi resmi dari GNPF MUI sebagai berikut:

1. Pukul 10 pagi GNPF memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah AKSI DAMAI dan harus menunjukkan akhlaqul karimah.

2. Pukul 11 pagi pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi.

3. Usai shalat Jumat di Mesjid Istiqlal semua peserta barisan aksi melakukan longmarch menuju istana sesuai rute yang telah ditetapkan. Orasi di depan istana baru dimulai ba'da ashar.

4. Pelaksanaan orasi berjalan lancar dengan orator bergantian dari berbagai elemen dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab (sebagai Pembina GNPF MUI).

5. Perundingan pertama mengutus 2 orang Juru Runding GNPF MUI yaitu; KH. Bachtiar Nasir, dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana. Hasilnya Juru Runding menolak melakukan perundingan karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI.

6. Juru Runding mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, sehingga kemudian Juru Runding kembali kepada barisan aksi.

7. Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar Juru Runding bisa diterima oleh Wapres RI.  Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran  tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga.

8. Kemudian Juru Runding mendatangi istana untuk ketigakalinya. Kali ini Juru Runding diikuti juga oleh KH Misbahul Anam. Juru Runding ditemui Wapres RI dan petinggi lainnya. Perundingan berjalan alot. Hasilnya Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama  2 (dua) minggu untuk merealisasikannya.

9. Juru Runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan. Perundingan trakhir ini baru selesai pukul  18.00 wib. Setelah disampaikan, reaksi para peserta aksi tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk bermalam di depan istana.

10. KH Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI.

11. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang 'terprovokasi' dengan barikade polisi. Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. KH Arifin Ilham yang masih berada di istana bersaksi bahwa,  Wapres RI, Menko Polhukkam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut.

12. Berkali-kali Kapolda memerintahkan Polisi untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi, bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas.

13. Kejadian tersebut telah memakan 1 korban meninggal dunia dan ratusan korban luka peluru karet, tertabrak motor polisi dan banyaknya gas air mata.

14. Barisan Aksi Bela Islam II akhirnya bergerak menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR, pada Pk 03.00 dinihari delegasi GNPF diterima oleh  Komisi 3 DPR dan Ketua DPR,  setelah beberapa kali berunding. Keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR.

15. Komisi 3 DPR kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa Aksi Damai.

16.  Pada pukul 04.05 tanggal 5 Nov 2016 secara resmi GNPF MUI membubarkan Aksi Bela Islam II yang ditutup oleh Ketua GNPF MUI Ust. Bachtiar Nasir, "Alhamdulillah aksi damai berlangsung dengan maksimal meski ditekan, ditembaki, dipukuli tapi kita bersabar dan tidak membalas, tidak melawan, karena niat awal kita adalah aksi damai". Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab menegaskan bahwa "Sebenernya kita bisa saja melawan, perang, tapi kita ini aksi damai, kita tidak boleh diadu domba melawan Polisi dan TNI, mereka saudara kita juga, kita fokus pada kasus penistaan Al Quran oleh Ahok".

Jargon AKSI DAMAI kami ketika dibenturkan dengan aparat keamanan adalah "Melawan dengan tanpa melakukan perlawanan".

Meskipun dalam tekanan yang sangat-sangat represif komando kami hanyalah;
- JANGAN MELAWAN!!!
- DIAM DI TEMPAT!!!
- JANGAN MAJUUU!!!

Ingatlah Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga kesucian Al Quran dan jangan ada yang menistakannya.

Jakarta, 5 Nov 2016

Pimpinan GNPF MUI

Habib Rizieq Syihab (Pembina)
KH. Bachtiar Nasir (Ketua)
KH. Misbahul Anam (Wakil Ketua)
KH. Muhammad Zaitun Razmin (Wakil Ketua)
Selengkapnya ...

Sabtu, 23 Juli 2016

10 Rekomendasi Hasil Muktamar Wahdah Islamiyah



REKOMENDASI EKSTERNAL
MUKTAMAR III WAHDAH ISLAMIYAH
بسماللهالرحمنالرحيم

Dengan senantiasa memohon ridha,taufiq, dan hidayah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Muktamar III Wahdah Islamiyah memberikan rekomendasi kepada pihak eksternal sebagai berikut:

  1. Mengedepankan konsep Islam yang wasathiyah sebagai solusi permasalahan umat dan bangsa. Sikap wasathiyah adalah sikap pertengahan yang terbaik, utuh dalam memandang dan menyelesaikan segala permasalahan serta menghindarkan sikap dan pandangan ekstrem dalam segala hal.
  2. Menghimbau kepada kaum Muslimin untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, menjaga kewajiban-kewajiban agama, terutama shalat yang menjadi barometer keimanan dan keislaman seseorang.
  3. Tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menindak tegas terhadap gerakan separatisme dan paham-paham yang berpotensi merusak suasana kebangsaan Indonesia, seperti Komunisme, Liberalisme, Paham Syiah, Ahmadiyah, dan semisalnya. Termasuk dalam menjaga keutuhan NKRI adalah mewujudkan kedaulatan ekonomi dengan mengedepankan ekonomi syariah dan lebih berpihak kepada tenaga kerja dalam negeri, serta melindungi Indonesia dari kejahatan korupsi yang telah memberi dampak yang sangat buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
  4. Perlunya memandang demokrasi secara wasathiyah, berimbang dan hikmat dalam permusyawaratan yang proporsional secara kualitas dan kuantitas. Dimana demokrasi yang wasathiyah merupakan jalan tengah antara demokrasi terpimpin model orde lama, demokrasi semu model orde baru, dan demokrasi liberal model reformasi saat ini. Memilih pemimpin di setiap level yang amanah, jujur, santun dan berakhlak mulia.
  5. Mencermati semakin merebaknya bahaya narkoba, minuman keras, pornografi, yang umumnya berujung kepada kriminalitas dan kekerasan seksual sehingga mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan, bahkan sampai tahap darurat, terutama di kalangan generasi muda di kota dan di desa, maka dengan ini Wahdah Islamiyah mengimbau segenap komponen bangsa, rakyat dan pemerintah, bahu-membahu menanggulangi ancaman tersebut, serta mendorong aparat yang berwajib lebih serius menutup seluruh celah penyebarannya.
  6. Terorisme dan Radikalisme merupakan ancaman serius yang telah memporak-porandakan sendi kehidupan dan kemanusiaan, termasuk dalam konteks keumatan dan kebangsaan. Mengaitkan Islam dengan terorisme dan radikalisme adalah satu kekeliruan besar yang lahir dari kesalahan pandangan dan pemikiran.  Karena Islam adalah ajaran yang penuh kasih sayang dan kelembutan, walau tetap tegas dalam akidah dan prinsip. Menjadi kewajiban bagi semua komponen bangsa untuk bersinergi menghadapi masalah ini secara proporsional, komprehensif dan sungguh-sungguh.
  7. Persoalan global hakikatnya merupakan persoalan bangsa, apalagi dalam konteks keumatan, sehingga menjadi kewajiban bersama menegakkan keadilan dan menghilangkan kezaliman. Kondisi kaum Muslimin di berbagai belahan dunia yang mendapatkan perlakuan sewenang-wenang, kezaliman dan ketidakadilan, wajib mendapat reaksi yang tepat dari umat. Meminta pemerintah secara proporsional memberi kontribusi aktif dan signifikan dalam penyelesaian berbagai konflik tersebut, serta memfasilitasi setiap warga negara Indonesia yang ingin memberikan bantuan kemanusiaan secara aman dan terjamin.
  8. Kekisruhan dan kegaduhan politik yang kadang dipicu oleh sikap arogan dan ketidaksantunan, yang faktanya justru menyisakan persoalan baru dalam dinamika politik. Memandang perlu mengimbau semua pihak, terutama elit politik, mengedepankan kesantunan, etika, moral dan ahlak yang akan berbuah manis bagi harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
  9. Mengimbau kepada seluruh orang tua dan keluarga Indonesia agar memerhatikan dan menjalankan amanah sebagai pemimpin dan pengayom anak-anak dan keluarga dengan penuh cinta. Memberikan perlindungan dan pendidikan, terutama agama dan ahlak. Serta melakukan upaya maksimal mewujudkan kesejahteraan yang layak kepada mereka.
  10. Menghimbau kepada seluruh media agar senantiasa berpihak kepada kebenaran memberikan produk  tayangan dan tampilan berita yang mendidik dan menuntun, serta tidak terjebak dalam pragmatisme material semata yang faktanya banyak mengabaikan nilai agama dan moralitas, serta mendorong pihak KPI dan lembaga pengawasan media lainnya untuk menjalankan perannya dengan lebih baik.

Selengkapnya ...

Kesan dari Pengelola Asrama Haji Terhadap Wahdah Islamiyah


alBalaghMedia.com-- Muktamar III Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede (AHPG) Jakarta memiliki kesan tersendiri bagi pengelola Asrama Haji.

Pak Hafidz seorang pengelola gedung AHPG mengaku sangat senang bekerjasama dengan Wahdah Islamiyah. Menurutnya kebersihan tetap terjaga di AHPG selama berlangsungnya hingga selesainya Muktamar. Walaupun dengan jumlah peserta yang banyak tapi dapat terkontrol dengan baik.

Begitupun dengan pengakuan Pak H. Tarnam, seorang penjual yang telah bertahun-tahun menjual di lokasi AHPG. Pak Tarnam mengatakan bahwa baru kali ini dia melihat pelaksanaan kegiatan besar yang sangat memperhatikan kebersihan. “Bersih, tertib, rapi dan teratur dan tidak ada ribut-ribut.” Ungkapnya yang diamini satpam AHPG yang ada disampingnya.

Dari pantauan redaksi albalaghmedia.com baik panitia, peserta maupun pendukung muktamar Wahdah Islamiyah memang sangat memperhatikan kebersihan.

Bahkan menurut pengakuan salah seorang dari pengelola AHPG bahwa dia jadi malu-malu merokok karena melihat tidak ada dari kader-kader Wahdah Islamiyah yang merokok.[]
Selengkapnya ...

Jumat, 22 Juli 2016

Ustadz Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah



AlbalaghMedia.com-- Untuk periode 2016-2021 Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin kembali memimpin Ormas Islam Wahdah Islamiyah,

Pembacaan surat keputusan dilakukan oleh Ketua Sterring Comitte Muktamar III Wahdah Islamiyah, Ustadz Rahmat Abdul Rahman, didampingi Ketua Formatur sekaligus Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin. Surat keputusan dibacakan di depan seluruh pengurus Wahdah Islamiyah, serta sekitar 2.500 delegasi Wahdah Islamiyah seluruh Indonesia.

“Muktamar III Wahdah Islamiyah mengesahkan Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah periode 2016-2021,” Kata ustadz Rahmat saat diwawancarai wartawan pada Rabu (20/7).

Muktamar III Wahdah Islamiyah turut memilih Rahmat Abdul Rahman sebagai Ketua Dewan Harian, Muhammad Ikhwan Abdul Jalil sebagai Ketua Dewan Syuro, Muhammad Yusran Anshar sebagai Ketua Dewan Syariah dan Abdul Hamid Habbe sebagai Ketua Dewan Keuangan. Sedangkan, waktu yang terbatas menyebabkan muktamar belum sempat memilih Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum.

Selanjutnya, Muktamar III Wahdah Islamiyah menampilkan pembacaan kalam Alqur’an oleh salah satu hafidz cilik program Satu Rumah Satu Hafidz.

Selain itu, turut dilakukan pelepasan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar yang ditugaskan sebagai dai/daiyah di berbagai daerah.[]
Selengkapnya ...

Senin, 18 Juli 2016

Menteri Agama Tertarik Dengan Tema Muktamar Wahdah



alBalaghMedia.com -- Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Lukman Hakim Syaifuddin Senin (18/7) hadir di acara Muktamar III Wahdah Islamiyah Asrama Haji Pondok Gede Jakarta membawakan materi Pencerahan ke Peserta Muktamar.

 Menag menyampaikan ketertarikannya dengan Perhelatan Muktamar Wahdah Islamiyah yang di gelar di Jakarta dengan tema Mewujudkan Indonesia Damai dan Berperadaban dengan Islam yang Wasathiyah
"Perhelatan muktamar III Wahdah Tahun ini Islamiyah sungguh sangat menarik dengan tema Muktamar ditandai dengan Tagline Sejuta Cinta untuk Indonesia," ujar Menag.

Menurut Menag Tema ini setidaknya menunjukan dua hal;

 Pernyataan sekaligus komitmen WI secara institusi dan konstituen untuk mengawal kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang damai dan berperadaban dalam bingkai NKRI
"Tagline Sejuta Cinta untuk Indonesia,ini artinya WI Ingin menunjukkan kecintaannya terhadap bangsa dan negara Indonesia," tegas Menag.

Yang kedua menurut Menag,Kedamaian dan Peradaban yang diandaikan tersebut berbasis pada ajaran Islam yang Wasathiyah.

"Ekstrimitas dengan segala macam variannya tidak menjadi jalan dakwah bagi Organisasi massa Islam Wahdah Islamiyah. WI telah memilih jalan tengah, moderasi dan Wasathiyah sebagai Prinsip sekaligus Instrumen utama dakwahnya," Papar Menag di depan 2500 Muktamirin Wahdah.

 Dalam Sambutannya, Menag menyebutkan beberapa strategi Dakwah Islam Wasathiyah. Pertama, Produksi dan Optimalisasi Dai Moderat lewat pelatihan dan pengayaaan materi dakwah yang wasathiyah.
Kedua, Meningkatkan Kerjasama dengan pemerintah.seperti dalam pembuatan modul modul dakwah Islam Wasthiyah dan Berwawasan kebangsaan.

Ketiga, revitalisasi fungsi ormas sebagai penjaga peradaban dan keadaban Ummat.Ormas bersinergi dengan Pemerintah sebagai Sparing Partner untuk meningkatkan kualitas bangsa. Dan yang tak kalah pentingnya Ormas tidak disibukkan oleh kegaduhan politik praktis yang kerap terjadi.

Menag mengharapkan agar Peranan Wahdah Islamiyah dalam menyebarkan islam yang kaffah (komprehensif) dan Wasathiyah (moderat) dapat terus ditingkatkan serta dimajukan,untuk Islam Penyebar Rahmat bagi semua termasuk bagi mereka yang tidak beragama Islam.

 "Selamat Bermuktamar, semoga Allah Subhaanahu Wa Ta'ala senantiasa membimbing kita dalam setiap Ikhtiar Menuju Kemajuan Umat, Bangsa dan Negara," kata Menag di akhir Sambutan. (*)
Selengkapnya ...

Ketua DPD RI: Wahdah Harus Jadi Pendorong Ekonomi Umat



Ketua DPD RI H. Irman Gusman, S.E., M.B.A. menjadi salah satu narasumber dalam ceramah umum di arena Muktamar ke-3 Wahdah Islamiyah, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Irman Gusman di hadapan 2.500 peserta muktamar yang berasal dari seluruh DPD WI di tanah air mengungkapkan penghargaannya kepada Wahdah Islamiyah. "Wahdah Islamiyah jika dibandingkan dengan ormas-ormas Islam lainnya yang sudah sepuh, memang terbilang masih remaja. Tapi usia remaja adalah masa yang penuh energi. Energi yang merupakan modal dasar dalam melakukan kebaikan yang bisa mendorong terwujudnya masyarakat yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur," kata Irman Gusman memulai paparannya.

Dua permasalahan negara yang menjadi sorotan politisi asal Sumatera Barat pada kesempatan ini, yaitu bidang politik dan ekonomi. Dalam bidang politik, Irman menyoroti gelombang perubahan yang terjadi di seluruh belahan dunia. Ia berharap Wahdah Islamiyah bisa tampil memberikan solusi.

"Prospek ekonomi di negara kita ini menjanjikan. Tapi peran umat Islam  masih kecil jika dibandingkan dengan potensi yang dimiliki. Karena itu ormas-ormas Islam seperti Wahdah Islamiyah harus bersatu padu lakukan dakwah untuk membangun ekonomi umat dan ekonomi bangsa. Jadi bisa dianggap dakwah ekonomi. Sejauh mana Islam yang wasathiyah bisa menjadi solusi untuk hal ini."

Putra tokoh Muhammadiyah ini memberi masukan agar Wahdah memberikan perhatian yang cukup dalam bidang enterprenuership, "Wahdah bisa menjadikan pembangunan ekonomi umat sebagai kekuatan ormas ini," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, ketua Majelis Syuro Wahdah Islamiyah ustadz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA. mengatakan bahwa Wahdah Islamiyah telah memprogramkan “Satu Rumah Satu Hafizh” dan ke depan bisa juga memprogramkan “Satu Rumah Satu Pengusaha”.[]
Selengkapnya ...

Minggu, 17 Juli 2016

Wahdah Islamiyah Mewisuda 180 Hafizh al-Qur'an di Masjid Istiqlal



alBalaghMedia.com-- Wahdah Islamiyah sukses menggelar Tabligh Akbar sekaligus Pembukaan Muktamar III di Masjid Istiqlal. Acara yang dipandu langsung oleh Teuku Wisnu dan Syahrullah Hamid ini, juga dirangkaikan dengan acara Wisuda Santri Penghafal Al-Quran. Sebanyak 180 hafizh di wisuda dalam kegiatan tersebut. 

Diantara peserta wisuda ini adalah Usamah bin Saiful Yusuf, yang pernah mewakili Wahdah Islamiyah Cabang Riyadh, dan menjuarai kompetisi Musabaqah Ahsan at-Tilawah di Riyadh, Saudi Arabia.

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, selaku Ketua DPP Wahdah Islamiyah, mengucapkan syukur dan menghaturkan banyak terimakasih kepada sejumlah ulama dan tokoh serta pejabat Muslim Indonesia yang hadir dalam acara ini. “Kehadiran para tokoh dan pejabat Muslim daerah dan nasional hari ini adalah kado terindah bagi Wahdah Islamiyah,” ungkap beliau antusias.

Ustadz Zaitun mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada tahun 2000 lalu, Wahdah Islamiyah telah menjadikan program tahfizh al-Qur'an sebagai program unggulan. Saat ini Wahdah Islamiyah telah mendirikan pesantren tahfizh di lebih 100 DPD se Indonesia dengan program Satu Rumah Satu Hafizh.[]
Selengkapnya ...

Tabligh Akbar Wahdah Islamiyah Dipadati Puluhan Ribu Jamaah




Silaturahmi dan Tabligh Akbar "Sejuta Cinta untuk Indonesia" yang digelar Wahdah Islamiyah disambut antusias warga Ibukota, terlihat dari peserta Silaturahmi memadati Masjid Istiqlal Jakarta. Diperkirakan jumlah jamaah mendekati 40 ribu, yang sebelumnya target 20 ribu peserta.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Pembukaan Muktamar III Wahdah Islamiyah ini juga dihadiri beberapa pejabat, Ulama dan Tokoh Nasional. Diantaranya Sekjen MUI Pusat Prof Anwar Abbas, Sekjen MIUMI Ustadz Bahtiar Nasir, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Bupati Bojonegoro Bapak Suyoto, Bupati Karawang, Bupati Kolaka Utara, Ketua DPRD Bantaeng H.Sahabuddin, Ketua DPRD Sidrap H.Zulkifli, Sekda Tarakan, Legislator Makasar Muzakkir Ali, Bupati Selayar, Legislator DPR RI Tamsil Linrung dan Nasyit Umar, Ustad Dasad Latif, Ustadz Abdul Jalil Pesantren Darul Aman Tokoh dan Pengusaha Nasional Mas Sandiaga Uno,Sekertaris Kementerian PDT Dr. Ir. HM.Nurdin, MT.


Imam Masjidil Haram Makkah Al Mukarramah Syaikh Dr. Hasan Abdul Hamid Bukhari menjadi pemateri dalam kegiatan dengan tema "Sejuta Cinta untuk Indonesia" dengan penerjemah Ustadz Ikhwan Abdul Jalil, Lc. M.HI.

Selain itu 4 tokoh umat; Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Bahtiar Nasir, ustadz Salim Fillah dan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin juga menjadi pembicara dalam kegiatan ini.[]


Selengkapnya ...

Panglima TNI Siap Menjadi Pembicara di Muktamar Wahdah Islamiyah



alBalaghMedia.com-- Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz DR. Muhammad Zaitun Rasmin, M.A. didampingi beberapa unsur pimpinan hari ini (Jumat,15/7) melakukan audiensi kunjungan Silaturahmi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Jakarta.

Ustad Zaitun pada kesempatan ini memperkenalkan Wahdah Islamiyah sebagai Lembaga yang bergerak dalam bidang Dakwah, Pendidikan dan Sosial dan menyampaikan rencana penyelenggaraan perhelatan Akbar Organisasi Muktamar III Wahdah Islamiyah yang insya Allah akan digelar di Jakarta 17-20 Juli 2016.

Ustadz Zaitun menyampaikan permohonan Bapak Panglima berkenan hadir di acara Muktamar memberikan materi pencerahan wawasan kebangsaan ke peserta Muktamar.

Panglima TNI menyambut baik Silaturahmi Pimpinan Wahdah Islamiyah dan menyatakan kesiapan memberi materi di acara Muktamar, dijadwalkan Senin Siang (18/7) atau selasa siang.

“Insya Allah saya akan datang bagikan 2000 buku saya,” Ujar Panglima yang punya Buku dengan Judul Memahami Ancaman,Menyadari Jati Diri Sebagai Modal Membangun Menuju Indonesia Emas.

Bapak Panglima dalam silaturahmi ini juga berbicara sejarah TNI dan Ulam dalam perlawanan arek arek suroboyo,dimana Ulama saat itu berdiri dibaris terdepan memimpin perlawanan melawan tentara Sekutu “Dalam menghadapi berbagai tantangan negara, diperlukan Kolaborasi TNI dengan masyarakat,terutama Ulama,”terang Panglima.[]

Selengkapnya ...

Wahdah Islamiyah Apresiasi Pembolehan Jilbab Bagi Tentara Wanita



Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz DR. Muhammad Zaitun Rasmin, M.A. didampingi beberapa unsur pimpinan hari ini (Jumat,15/7) melakukan audiensi kunjungan Silaturahmi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Jakarta Pimpinan Wahdah beserta rombongan tiba pukul 13.30 WIB dan diterima langsung oleh Panglima TNI dan beberapa jajarannya.

Dalam Silaturahmi ini Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah Pertama menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima atas Kebijakan TNI tentang aturan pembolehan seragam Jilbab bagi tentara perempuan. “Kebijakan ini merupakan Syiar Islam dan salah satu variabel yang bisa menangkal radikalisme di tengah Masyarakat,” ujar Wakil Sekretaris MUI Pusat ini

Ustad Zaitun pada kesempatan ini juga memperkenalkan Wahdah Islamiyah sebagai Lembaga yang bergerak dalam bidang Dakwah, Pendidikan dan Sosial dan menyampaikan rencana penyelenggaraan perhelatan Akbar Organisasi Muktamar III Wahdah Islamiyah yang insya Allah akan digelar di Jakarta 17-20 Juli 2016.

Ustadz Zaitun menyampaikan permohonan Bapak Panglima berkenan hadir di acara Muktamar memberikan materi pencerahan wawasan kebangsaan ke peserta Muktamar Panglima TNI menyambut baik Silaturahmi Pimpinan Wahdah Islamiyah dan menyatakan kesiapan memberi materi di acara Muktamar,dijadwalkan Senin Siang (18/7) atau selasa siang “Insya Allah saya akan datang bagikan 2000 buku saya,” Ujar Panglima yang punya Buku dengan Judul Memahami Ancaman, Menyadari Jati Diri Sebagai Modal Membangun Menuju Indonesia Emas.[]

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz DR. Muhammad Zaitun Rasmin, M.A. didampingi beberapa unsur pimpinan hari ini (Jumat,15/7) melakukan audiensi kunjungan Silaturahmi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Jakarta Pimpinan Wahdah beserta rombongan tiba pukul 13.30 WIB dan diterima langsung oleh Panglima TNI dan beberapa jajarannya. Dalam Silaturahmi ini Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah Pertama menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima atas Kebijakan TNI tentang aturan pembolehan seragam Jilbab bagi tentara perempuan. “Kebijakan ini merupakan Syiar Islam dan salah satu variabel yang bisa menangkal radikalisme di tengah Masyarakat,” ujar Wakil Sekretaris MUI Pusat ini Ustad Zaitun pada kesempatan ini juga memperkenalkan Wahdah Islamiyah sebagai Lembaga yang bergerak dalam bidang Dakwah,Pendidikan dan Sosial dan menyampaikan rencana penyelenggaraan perhelatan Akbar Organisasi Muktamar III Wahdah Islamiyah yang insya Allah akan digelar di Jakarta 17-20 Juli 2016. Ustadz Zaitun menyampaikan permohonan Bapak Panglima berkenan hadir di acara Muktamar memberikan materi pencerahan wawasan kebangsaan ke peserta Muktamar Panglima TNI menyambut baik Silaturahmi Pimpinan Wahdah Islamiyah dan menyatakan kesiapan memberi materi di acara Muktamar,dijadwalkan Senin Siang (18/7) atau selasa siang “Insya Allah saya akan datang bagikan 2000 buku saya,” Ujar Panglima yang punya Buku dengan Judul Memahami Ancaman,Menyadari Jati Diri Sebagai Modal Membangun Menuju Indonesia Emas Bapak Panglima dalam silaturahmi ini juga berbicara sejarah TNI dan Ulam dalam perlawanan arek arek suroboyo,dimana Ulama saat itu berdiri dibaris terdepan memimpin perlawanan melawan tentara Sekutu “Dalam menghadapi berbagai tantangan negara, diperlukan Kolaborasi TNI dengan masyarakat,terutama Ulama,”terang Panglima

Sumber Tulisan: http://wahdah.or.id/panglima-tni-terima-silaturrahmi-pimpinan-wahdah/
Selengkapnya ...

Jumat, 15 Juli 2016

Terbuka Untuk Umum, Daurah Nasional di Asrama Haji Pondok Gede



Daurah Nasional yang berlangsung di sela-sela acara Muktamar III Wahdah Islamiyah menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Acara yang dihelat selama tiga hari (18-20 Juli) ini bertempat di Masjid Al-Mabrur, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

“Acara ini menjadi spesial, karena dihadiri langsung oleh Syaikh Dr. Hasan Abdul Hamid Bukhari, salah seorang Imam Masjidil Haram,” jelas Akino Iskandar, selaku Penanggung Jawab acara Daurah Nasional ini.

Selain Syaikh Hasan, daurah ini juga dihadiri sejumlah pembicara Nasional, dengan latar belakang spesialisasi keilmuan yang beragam. “Ada banyak pembicara nasional yang pakar di bidangnya mengisi acara ini. Ada Ustadz Bendri Jaisyurrahman pakar Parenting Islami, Ustadz Hendri Tanjung, Ph.D. yang dikenal seabagai pakar di bidang Ekonomi Islam. Ada Ustadz Saiful Yusuf pakar Fikih Islam, Ustadz Salim A. Fillah yang dikenal sebagai penulis buku-buku bestseller sekaligus Pengurus MIUMI DIY. Ada juga Ustadz kita yang kembar, Ustadz Ilham Jaya kandidat Doktor Pemikiran Islam di CASIS-UTM Malaysia, dan Ustadz dr. Ihsan Jaya pakar thibbun Nabawy,” tambah Akino.

Acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian doorprize kepada 100 peserta daurah. “Dan mengingat acara ini terbuka untuk umum, sehingga kami mengajak seluruh kaum Muslimin, khususnya yang berdomisili di sekitar wilayah Jabodetabek agar turut meramaikan acara ini.


Bagi peserta yang berminat, cukup mendaftar via WhatsApp dengan format pesan: DN#Nama#Jenis Kelamin#Domisili, dan mengirim ke 085647356955,” pungkas Akino Iskandar. (Lap: Ali)

Sumber : http://wahdah.or.id

Daurah Nasional yang berlangsung di sela-sela acara Muktamar III Wahdah Islamiyah , menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Acara yang dihelat selama tiga hari (18-20 Juli) ini bertempat di Masjid Al-Mabrur, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. “Acara ini menjadi spesial, karena dihadiri langsung oleh Syaikh Dr. Hasan Abdul Hamid Bukhari, salah seorang Imam Masjidil Haram,” jelas Akino Iskandar, selaku Penanggung Jawab acara Daurah Nasional ini. Selain Syaikh Hasan, daurah ini juga dihadiri sejumlah pembicara Nasional, dengan latar belakang spesialisasi keilmuan yang beragam. “Ada banyak pembicara nasional yang pakar di bidangnya mengisi acara ini. Ada Ustadz Bendri Jaisyurrahman pakar Parenting Islami, Ustadz Hendri Tanjung, Ph.D. yang dikenal seabagai pakar di bidang Ekonomi Islam. Ada Ustadz Saiful Yusuf pakar Fikih Islam, Ustadz Salim A. Fillah yang dikenal sebagai penulis buku-buku bestseller sekaligus Pengurus MIUMI DIY. Ada juga Ustadz kita yang kembar, Ustadz Ilham Jaya kandidat Doktor Pemikiran Islam di CASIS-UTM Malaysia, dan Ustadz dr. Ihsan Jaya pakar thibbun Nabawy,” tambah Akino. Acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian doorprize kepada 100 peserta daurah. “Dan mengingat acara ini terbuka untuk umum, sehingga kami mengajak seluruh kaum Muslimin, khususnya yang berdomisili di sekitar wilayah Jabodetabek agar turut meramaikan acara ini. Bagi peserta yang berminat, cukup mendaftar via WhatsApp dengan format pesan: DN#Nama#Jenis Kelamin#Domisili, dan mengirim ke 085647356955,” pungkas Akino Iskandar. (Lap: Ali)

Sumber Tulisan: http://wahdah.or.id/daurah-nasional-wahdah-islamiyah-hadirkan-pembicara-internasional/
Selengkapnya ...

Rabu, 13 Juli 2016

Insya Allah, Imam Masjidil Haram akan Menghadiri Muktamar Wahdah Islamiyah



Ormas Islam Wahdah Islamiyah (WI) akan menggelar Muktamar III pada 17-20 Juli mendatang. Muktamar kali ini terbilang istimewa karena akan dihadiri salah satu Imam Masjidil Haram Makkah al-Mukarramah Syekh. DR. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari. “Imam Masjidil Haram insya Allah fiks hadir di Muktamar kita”, ujar Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin saat menyampaikan taujih (pengarahan) kepada panitia Muktamar III di Depok (10/7) malam.

Direncanakan Syekh Bukhari akan menghadiri Silaturrahmi dan Tabligh Akbar Pembukaan yang akan digelar di masjid Istiqlal Jakarta (17/7) dan wisuda Huffadz (penghafal) Al-Qur’an yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli di arena Muktamar Asrama Haji Pondok Gede. Selain itu yang juga istimewa, Imam Bukhari  akan melantunkan Tilawah dan menyampaikan Taushiyah pada pembukaan nanti. “Saya sudah sampaikan kepada Syekh, beliau akan melantunkan tilawah dan menyampaikan Taushiyah pada pembukaan di Istiqlal nanti”, lanjut Ustadz Zaitun. 

Pembukaan di Istiqlal juga akan disertai taushiyah empat Da'i Nasional; Ustad Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI Pusat), Ustadz Yusuf Mansur (Pimpinan Darul Qur'an), Ustadz Salim A. Fillah (Penulis), dan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin (Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah).

Selain itu yang  membuat  Muktamar kali ini terbilang Istimewa bagi Wahdah Islamiyah karena  Muktamar ini merupakan muktamar pertama di luar Makassar. Sebelumnya Muktamar pertama dan kedua digelar di Makassar sebagai basis dan kota kelahiran ormas ini. Wahdah Islamiyah sebagai ormas didirikan tahun 1422H/2002 M. Sebelumnya WI berbentuk Yayasan yang bergerak dalam bidang da’wah, pendidikan, dan sosial. Saat ini WI telah tersebar di seluruh Ibu Kota Propinsi dan seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi dengan rincian 9 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 130 Dewan Pimpinan Daerah. (DPD). (Lap:sym).

Sumber: wahdah.or.id
Selengkapnya ...

Senin, 30 Mei 2016

Tantangan Dakwah di Indonesia Berbeda dengan Negara Lain

Ustadz Ilham Jaya, Lc. MA., Anggota Dewan Syariah Wahdah Islamiyah

Dalam Seminar Peradaban yang digelar Panitia Muktamar III Wahdah Islamiyah di Gedung Graha Pena Makassar (Sabtu,28/5) Ustadz Ilham Jaya,Lc.,MA membawakan Materi tentang Islam yang Wasathiyah
Kandidat Doktor Pemikiran Islam Universitas Teknologi Malaysia ini mengawali materinya dengan mengisahkan pengalamannya menimba ilmu di Madinah. Ia kemudian menyimpulkan bahwa ada perbedaan antara kondisi di Indonesia dengan kondisi di Saudi Arabia.

 “Di Indonesia kita memiliki tantangan dakwah yang berbeda dengan tantangan dakwah di Saudi, karena itu kita juga harus menggunakan bahasa-bahasa dakwah yang sesuai dengan kondisi di tanah air,” paparnya
Karena itu, menurut Mantan Ketua STIBA Makassar ini, akan menjadi persoalan besar ketika kita mengambil konflik yang terjadi di Saudi kemudian kita introdusir dan menjadikannya sebagai PR baru bagi umat Islam di Indonesia.

Istilah Islam yang washathan (menjadi tema muktamar wahdah islamiyah, red) menurut Ustadz Ilham muncul dari sebuah kesadaran bahwa di Indonesia ini kita punya masalah-masalah tertentu di mana persoalan-persoalan tersebut bukan persoalan yang telah dibahas oleh para ulama di Saudi Arabia seperti Syaikh Ibn Baz, Syaikh Ibn Utsaimin, dan lain-lain.

"Umat Islam di Indonesia juga memiliki persoalan-persoalan tersendiri yang karenanya kita juga bertanggung jawab untuk menguasai serta menggunakan metode-metode yang sesuai dengan keadaan kita,"ujar Anggota Dewan Syariah Wahdah Islamiyah ini

Ustadz Ilham menyadari bahwasanya apa yang telah didapatkannya di Timur Tengah adalah pondasi pemahaman keagamaan yang bagus. Akan tetapi ketika bersentuhan dengan realitas dakwah maka tidak boleh membawa mentah-mentah apa yang telah dipelajarinya itu kecuali setelah melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan.

“Layaknya seorang dokter yang sebelum memberikan resep obat kepada pasiennya terlebih dahulu mendiagnosa pasiennya tersebut,” ujarnya.

Kandidat Doktor ini menyebutkan bahwa di Indonesia saat ini banyak model-model Islam yang diwacanakan, namun mengapa Islam yang wasathan ini menjadi unik, karena ini merupakan istilah yang disebutkan dalam al-Qur’an.

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (QS. Al-Baqarah: 143).

Adapun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan bahkan dalam ibadah sekalipun agar kita tidak berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan dalam artian sampai kepada taraf kemudian kita mungkin suatu saat justru meninggalkan ibadah itu sendiri.

“Islam memiliki nilai-nilai substansi yang tidak mungkin berbeda dengan satu tempat dengan tempat yang lain. Akan tetapi juga memiliki nilai-nilai lokal yang harus mengakomodir kearifan-kearifan lokal selama itu tidak mengorbankan nilai-nilai substansi yang ada dalam ajaran agama Islam,” jelasnya (SQ/*)
Selengkapnya ...

Sabtu, 28 Mei 2016

Pemuda Malaysia Nikahi "Janda Syahid" Beranak Lima di Gaza.

 
Pemuda Malaysia Nikahi "Janda Syahid" Beranak Lima di Gaza.
Muhammad Nadir (tengah)

alBalaghMedia.com-- Seorang pemuda asal Malaysia, Muhammad Nadir (29 tahun) melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita Palestina. Wanita tersebut "Janda Syahid" beranak lima asal Syija'iah, Jalur Gaza bagian timur.

Sebelumnya suami dari Janda Syahid tersebut telah gugur di medan pertempuran dengan pasukan zionis yahudi.

Acara perayaan pernikahan (Walimah Al Urs) Nadir dilangsungkan di hotel Mathaf, dekat Pantai Gaza bagian barat. Hadir dalam udangan terbatas yang dihadiri sejumlah tokoh penting seperti petinggi yayasan IHH dari Turki serta WNI dan Abdillah Onim.

Pernikahan antara dua bangsa ini tergolong unik , Muhammad Nadir juga masih mengenyam pendidikan di Universitas Islam Gaza lebih memilih "Janda Syahid" beranak lima ketimbang meminang gadis Gaza sebagaimana lazimnya.

Meskipun unik, pernikahan Palestina dengan warga Melayu di Gaza ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, Abdillah Onim, Pemuda asal Galela Halmahera Utara Malut tahun 2011 dan Muhammad Husein asal Bogor 2014  sudah lebih dulu melangsungkan pernikahan dengan wanita Palestina di Jalur Gaza.

Pemuda Melayu asal Malaysia tersebut melangsungkan pernikahan saat wilayah Gaza sedang dalam blokade Israel dan sudah berlangsung lebih dari 10 tahun, dan krisis pun kian memprihatinkan.[]

Sumber: suarapalestina.com
Selengkapnya ...

Selasa, 24 Mei 2016

Ustadz Zaitun: Civil Society Islam adalah model dan Contoh Terbaik


alBalaghMedia.com-- Di hari ketiga Konferensi Internasional Forum Doha Qatar (Senin, 23/5),agenda pembahasan tentang upaya mewujudkan masyarakat madani atau civil society, Specialized Session : The Developmental Role of Civil Society in The Developing Countries- Selected Models.

Pada sesi terakhir Ustadz Zaitun mendapat kesempatan sebagai penanggap. Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara ini menyampaikan bahwa problematika dalam mewujudkan masyarakat madani saat ini terutama karena tidak adanya model nyata yang dapat menjadi contoh atau patokan.

“Sebab tidak ada walau satu negara pun atau satu komunitas manapun yang dapat memerankan sebagai model masyarakat madani” ujarnya.

Karena itu seharusnya kita kembali merujuk model masyarakat madani yang telah pernah ada dalam sejarah. “Itu dapat ditemukan dalam sejarah indah ummat Islam yang pernah mewujudkan masyarakat madani dalam banyak episode sejarahnya,” lanjutnya.

Seperti pada masyarakat Madinah dibawa kepemimpinan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Juga di zaman Khulafaurrasyiidiin khususnya pada masa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin khattab. Kemudian di zaman Umar bin Abdul ‘Aziz dari Bani umayyah dan di zaman Harun arrasyiid dari Bani abbasiyah. Dan beberapa episode lain sesudah itu di Andalusia (Spanyol) dan pada Khilafah Utsmaniyah.

Ada 3 unsur Penting, lanjut Pimpinan Wahdah Islamiyah ini, yang dapat menjadi alasan mengapa itu bisa menjadi model bagi perwujudan masyarakat madani. Pertama, Dia sangat jelas dan lengkap dalam semua sisi ideal masyarakat madani. Kedua, Dia telah terjadi berulang ulang, sehingga bukan sesuatu yang kebetulan dan Ketiga, Konsep lengkap tentang dasar dan metode pembangunan masyarakat madani tersebut sampai sekarang masih otentik dan sangat lengkap dengan berbagai variasi pengembangannya.

Bahkan konsep itu sangat dinamis tanpa harus kehilangan dasar-dasarnya. “Karena itu saya mengajak para Pakar yang menggeluti bidang ini terlebih lebih dari kalangan kaum muslimin untuk kembali mengkaji secara mendalam hal tersebut dan tidak malu untuk menampilkannya dalam konferensi dan forum forum internasional seperti pada forum Doha ini,” papar Wakil Ketua MIUMI ini.

Usai memberikan tanggapan tersebut, banyak dari peserta menyatakan salut dan sangat setuju dengan masukan tersebut. Di antaranya Professor Charles Chatterjee dari Ingris, Professor Seydou Diouf dari Senegal dan Duta besar Mauritania di Doha Qatar dimana forum ini juga dihadiri oleh banyak dubes dan diplomat manca negara yang bertugas di Doha.

Pembicara pada sesi ini berasal dari 6 negara,yakni Oman, Turki, Qatar, USA, Bulgaria dan Tunisia. Sectetary General of Sultan Qaboos Higher Center fo Cultute and Science Oman,Habib bin Mohammad Al Riyami. School of Public Affairs University of Minnesota, USA Dr.Eric Schwartz. Executif Director Social Development Centre Qatar,Amal Al – Mannai. Director The Tunisia National Youth Observatory Tunisia, Mr.Mohamed Jouili. Member Trustee Council of the Tirkish Humanitarian Relief Foundation Turki. Expert, Bulgarian Institute of International Affairs, Bulgari, Mr. Vladimir Petrov Shopov.

Pada hari ketiga ini terdiri 2 sesi, Sesi pembahasan energi dan pembahasan Civil Society. [wahdah.or.id]
Selengkapnya ...

Minggu, 22 Mei 2016

Di “Forum Doha” Qatar Ustadz Zaitun Kritisi Peran PBB

Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin di Forum Doha

alBalaghMedia.com-- Di hari kedua Forum Doha (Ahad, 22/5) yang dihadiri lebih seratus negara, yang terdiri dari beberapa kepala negara, mantan kepala negara, para menteri dan mantan menteri dari puluhan negara dan sekitar 5 orang calon Sekjen PBB.

Ustadz Zaitun dalam sesi pembahasan masalah Keamanan dan terorisme berkesempatan menjadi penanggap. Menangapi pemakalah dari utusan khusus PBB bagi proses perdamaian Timur Tengah Nikolay Mladenov (UN Spesial Coordinator for the Middle East Peace Process), Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah ini mengatakan ; bahwa salah satu sebab berlarut-larutnya berbagai masalah keamanan dan perang di Timur Tengah adalah kelemahan PBB dalam menangani masalah-masalah tersebut. Bahkan terkesan PBB tunduk pada kepentingan negara-negara kuat sekalipun mereka jelas jelas berlaku tidak adil terhadap negara atau bangsa lainnya.

“Sebagai contoh adalah masalah Palestina. Dimana telah mengalami penjajahan dan penindasan hampir 1 abad tetapi PBB belum bisa mengembalikan keamanan di sana apalagi mengembalikan hak hak bangsa Palestina yang terampas dan jutaan dari mereka yang terusir dari tanah airnya,” tegas wakil ketua MIUMI dan ketua ikatan dai dan ulama Asean itu.

Keadaan ini menyebabkan keputus asaan dari banyak ummat Islam bukan saja di Palestina tetapi di berbagai kawasan timur tengah dan menjadi salah satu sebab tindakan terorisme di kawasan tersebut.

“Kita semua menolak dan mengecam terorisme tapi kita juga harus mempertanyakan bagaimana peran dan sikap yang seharusnya dijalankan oleh PBB,” papar Pengurus MUI Pusat ini.

Pada sesi berikutnya, pembahasan tentang problema ISIS dan solusinya, Ustadz Zaitun beri tanggapan dari pemakalah yang berasal dari Inggris Mengapa Inggris dengan para sekutunya tidak dapat menumpas ISIS padahal sudah lebih dari 2 tahun dengan kekuatan dari puluhan negara. “Sebuah Pertanyaan yang muncul dimasyarakat adalah, Apakah ISIS itu lebih kuat dari Afganistan di zaman Taliban atau Irak di zaman Saddam Husain? Dimana Amerika, Inggris dan sekutunya dapat menghancurkan Afghanistan dengan rezim Talibannya dan menghancurkan Irak dengan rezim Saddam nya hanya dalam beberapa minggu saja. Maka patut dipertanyakan mengapa ISIS tidak dapat mereka lumpuhkan,” papar Ustadz di hadapan Forum.

"Atau seperti dugaan banyak orang bahwa keberadaan ISIS terus dipelihara untuk kepentingan dan agenda beberapa negara besar, baik dibidang politik maupun dibidang industri persenjataan."

Selesai Ustadz Zaitun memberikan tanggapan, mantan Menteri Luar Negeri RI Bapak Hasan Wirajuda dan Consuler RI di Doha Bapak Boy Dharmawan mengucapkan selamat atas tanggapan yang diberikan. Juga delegasi beberapa negara dan beberapa media manyampaikan rasa salut atas tanggapan dan pertanyaan tersebut. Diantaranya wartawan The Economist dari Inggris bernama Nicolas Pelham. Juga wartawan dari Aljazeerah net yang lansung meminta wawancara tentang masalah-masalah tersebut dan juga tentang tanggapan dan harapan terhadap Forum Doha tersebut.

Forum Doha ini merupakan forum yang ke 16 yang di gelar Qatar sejak tahun 2004. Konsep ini didasarkan pada keyakinan Qatar bahwa banyak Isu dan masalah antar negara dapat diatasi dengan dialog. Komite ini dihadiri puluhan negara Arab, regional dan internasional konferensi, rapat, konferensi, dan forum-host, menangani topik-topik seperti politik dan perubahan demokratis; atau ekonomi, komersial dan kerjasama ilmiah; dan juga dialog antaragama dan antar peradaban dalam mendukung perdamaian dunia Forum ini dibuka Sabtu malam (21/6), dan dihadiri oleh Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al Thani, Presiden Yaman Abduh Rabbuh Mansur Hadi dan beberpa kepala negara lainnya.

Diantara pembicara pada sesi pembukaan beberapa Kepala Negara: Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani, Presiden Republik Mauritius Dr.Ameenah Gurib, Mogenst Lykkitoft Presiden 70 Session of United Nations General Assembly dan Sekjend PBB Banki Moon serta menteri luar negeri Qatar sheikh Mohammed bin Abdurrahman al-thani. Menurut Ustad Zaitun, bahasan utama forum ini adalah mencari jalan keluar dari berbagai masalah Timur Tengah, terutama tentang keamanan dan stabilitasnya, dan cara mengatasi masalah terorisme serta masalah-masalah ekonomi. Dari Indonesia selain ustadz Zaitun ada mantan menteri luar negeri Hasan Wirajuda.Hadir pula consuler Indonesia di KBRI Doha Qatar Bapak Boy Dharmawan.




Pada forum tersebut Ustadz Zaitun yang diundang atas rekomendasi Dubes Qatar di Indonesia sempat berbincang dengan Sekjend PBB Ban-Ki Moon dan memperkenalkan diri sebagai pengurus Majlis Ulama Indonesia Pusat

Sumber Tulisan: http://wahdah.or.id/di-forum-doha-qatar-ustadz-zaitun-kritisi-peran-pbb/

Pada forum tersebut Ustadz Zaitun yang diundang atas rekomendasi Dubes Qatar di Indonesia sempat berbincang dengan Sekjend PBB Ban-Ki Moon dan memperkenalkan diri sebagai pengurus Majlis Ulama Indonesia Pusat.[wahdah.or.id]
(Doha-Wahdah.Or.Id) Dihari kedua Forum Doha (Ahad,22/5) yang dihadiri lebih seratus negara, yang terdiri dari beberapa kepala negara, mantan kepala negara, para menteri dan mantan menteri dari puluhan negara dan sekitar 5 orang calon Sekjen PBB. Ustadz Zaitun dalam sesi pembahasan masalah Keamanan dan terorisme berkesempatan menjadi penanggap . Menangapi pemakalah dari utusan khusus PBB bagi proses perdamaian Timur Tengah Nikolay Mladenov (UN Spesial Coordinator for the Middle East Peace Process),Pimpinan Umum Wahdah ini mengatakan ; bahwa salah satu sebab berlarut-larutnya berbagai masalah keamanan dan perang di Timur Tengah adalah kelemahan PBB dalam menangani masalah-masalah tersebut. Bahkan terkesan PBB tunduk pada kepentingan negara-negara kuat sekalipun mereka jelas jelas berlaku tidak adil terhadap negara atau bangsa lainnya. “Sebagai contoh adalah masalah Palestina. Dimana telah mengalami penjajahan dan penindasan hampir 1 abad tetapi PBB belum bisa mengembalikan keamanan di sana apalagi mengembalikan hak hak bangsa Palestina yang terampas dan jutaan dari mereka yang terusir dari tanah airnya,” tegas wakil ketua MIUMI dan ketua ikatan dai dan ulama Asean itu. Keadaan ini menyebabkan keputus asaan dari banyak ummat Islam bukan saja di Palestina tetapi di berbagai kawasan timur tengah dan menjadi salah satu sebab tindakan terorisme dikawasan tersebut. “Kita semua menolak dan mengecam terorisme tapi kita juga harus mempertanyakan bagaimaana peran dan sikap yang seharusnya dijalankan oleh PBB,” papar Pengurus MUI Pusat ini. Pada sesi berikutnya,pembahasan tentang problema ISIS dan Solusinya,Ustadz Zaitun beri tanggapan dari pemakalah yang yang berasal dari Inggris Mengapa Inggris dengan para sekutunya tidak dapat menumpas ISIS padahal sudah lebih dari 2 tahun dengan kekuatan dari puluhan negara. “Sebuah Pertanyaan yang muncul dimasyarakat adalah,Apakah ISIS itu lebih kuat dari Afganistan di zaman Taliban atau Irak di zaman Saddam Husain? Dimana Amerika , Inggris dan sekutunya dapat menghancurkan Afghanistan dengan rezim Talibannya dan menghancurkan Irak dengan rezim Saddam nya hanya dalam beberapa minggu saja. Maka patut dipertanyakan mengapa ISIS tidak dapat mereka lumpuhkan,” papar Ustadz dihadapan Forum Atau seperti dugaan banyak orang bahwa keberadaan ISIS terus dipelihara untuk kepentingan dan agenda beberapa negara besar, baik dibidang politik maupun dibidang industri persenjataan. Selesai Ustadz Zaitun memberikan tanggapan, mantan Menteri Luar Negeri RI Bapak Hasan Wirajuda dan Consuler RI di Doha Bapak Boy Dharmawan mengucapkan selamat atas tanggapan yang diberikan. Juga delegasi beberapa negara dan beberapa media manyampaikan rasa salut atas tanggapan dan pertanyaan tersebut. Diantaranya wartawan The Economist dari Inggris bernama Nicolas Pelham. Juga wartawan dari Aljazeerah net yang lansung meminta wawancara tentang masalah-masalah tersebut dan juga tentang tanggapan dan harapan terhadap Forum Doha tersebut. Forum Doha ini merupakan forum yang ke 16 yang di gelar Qatar sejak tahun 2004.Konsep ini didasarkan pada keyakinan Qatar bahwa banyak Isu dan masalah antar negara dapat diatasi dengan dialog. Komite ini dihadiri puluhan negara Arab, regional dan internasional konferensi, rapat, konferensi, dan forum-host, menangani topik-topik seperti politik dan perubahan demokratis; atau ekonomi, komersial dan kerjasama ilmiah; dan juga dialog antaragama dan antar peradaban dalam mendukung perdamaian dunia Forum ini dibuka Sabtu malam (21/6),dan dihadiri oleh Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad al Thani, Presiden Yaman Abduh Rabbuh Mansur Hadi dan beberpa kepala negara lainnya. Diantara pembicara pada sesi pembukaan beberapa Kepala Negara: Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani, Presiden Republik Mauritius Dr.Ameenah Gurib, Mogenst Lykkitoft Presiden 70 Session of United Nations General Assembly dan Sekjend PBB Banki Moon serta menteri luar negeri Qatar sheikh Mohammed bin Abdurrahman al-thani. Menurut Ustad Zaitun, bahasan utama forum ini adalah mencari jalan keluar dari berbagai masalah Timur Tengah, terutama tentang keamanan dan stabilitasnya, dan cara mengatasi masalah terorisme serta masalah-masalah ekonomi. Dari Indonesia selain ustadz Zaitun ada mantan menteri luar negeri Hasan Wirajuda.Hadir pula consuler Indonesia di KBRI Doha Qatar Bapak Boy Dharmawan

Sumber Tulisan: http://wahdah.or.id/di-forum-doha-qatar-ustadz-zaitun-kritisi-peran-pbb/
Selengkapnya ...

Selasa, 16 Februari 2016

MUI dan Ormas-ormas Islam Dorong Lahirnya Undang-undang Pidana Bagi LGBT

Konferensi Pers MUI dan Ormas-ormas Islam

alBalaghMedia.com--
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengadakan rapat bersama dengan ormas-ormas Islam Tingkat Pusat pada Rabu, (17/02). Pertemuan ini menghasilkan pernyataan sikap penolakan terhadap LGBT dan penyimpangan seksual lainnya.

Menurut pernyataan tersebut LGBT tidak hanya bertentangan dengan Agama Islam tapi juga bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang.  

Diantara point pernyataan sikap tersebut adalah; Menolak segala bentuk propaganda, promosi, dan dukungan terhadap legalisasi dan perkembangan LGBT di Indonesia. Menegaskan dukungan terhadap pemerintah dalam hal ini KPAI untuk melarang masuknya dana yang diperuntukkan bagi kampanye dan sosialisasi serta dukungan bagi LGBT di Indonesia yang dilakukan oleh pihak manapun, termasuk oleh organisasi dan perusahaan internasional.

Selain mengusulkan adanya rehabilitasi bagi setiap orang yang memiliki kecenderungan seks menyimpang untuk dapat kembali normal, MUI dan Ormas-ormas Islam juga akan mendorong lahirnya peraturan perundang-undangan yang memidanakan setiap orang yang melakukan aktifitas LGBT dan seks menyimpang lainnya.[]
Selengkapnya ...

Senin, 15 Februari 2016

Wagub Nasrul Abit Minta Pendukung LGBT Angkat Kaki dari Sumbar



alBalaghMedia.com-- Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menegaskan bahwa Sumatera Barat (Sumbar) anti dengan kehadiran kaum Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT).

Nasrul Abit juga mengajak seluruh kabupaten/kota di Ranah Minang untuk lahirkan peraturan daerah (Perda) anti LGBT. Ia juga menyerukan Minangkabau anti LGBT dan yang mendukung silahkan keluar dari Sumbar.

"Siapa yang mendukung LGBT, silahkan angkat kaki atau keluar dari sumbar ini. Sumbar anti LGBT, silahkan bawa ke daerah lain. Saya tidak setuju secara pribadi," kata Nasrul Abit di Kantor SKPD Sumbar, Senin (15/2).

Wakil Gubernur Nasrul Abit juga mengajak seluruh masyarakat sumbar agar mengantisipasi kehadiran LGBT di Ranah Minang ini. Ia juga menambahkan, Sumbar sangat menjunjung tinggi adat Minangkabau yaitu "Adat Basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah" dan ajaran Islam yang melarang kehadiran LGBT ini.

"Filosofi masyarakat di Sumbar ini adalah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK). Yang tak lain dalam agama kita tidak ada yang mengizinkan kawin sesama jenis. Apalagi adat Minangkanau yang mengacu pada ajaran Islam, tentu melarang," tutupnya. (sng)

Sumber: http://minangkabaunews.com/
Selengkapnya ...

Minggu, 14 Februari 2016

Ustadz Zaitun: Menjaga Indonesia Adalah Kewajiban


Ustadz Zaitun: Menjaga Indonesia Adalah Kewajiban
Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz DR (HC). Muhammad Zaitun Rasmin, LC. MA

alBalaghMedia.com-- Ketua Umum Wahdah Islamiyah ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara muslim tebesar di dunia adalah karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Dengan penduduk muslim lebih dari 200 juta jiwa, tidak ada suatu wilayah selain Indonesia yang menampung kaum muslimin sebanyak ini.” ungkap ustadz Zaitun dalam ceramah Tabligh Akbar “Sejuta Cinta untuk Indonesia” di Masjid Raya Makassar Ahad, 5 Jumadil Ula 1437 H (14/02).

Karena itu negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) wajib untuk dijaga. Ketika ada upaya memecah belah ataupun mencaplok kekayaan Indonesia maka wajib untuk dilawan. Sebagaimana ketika ada perampok yang masuk rumah seseorang, dalam ajaran Islam sang pemilik rumah berhak bahkan wajib untuk mempertahankan hartanya.

Ustadz Zaitun mengangkat contoh dari sebuah hadits bahwa sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat sebagai Rasul, beliau pernah ikut dalam peperangan bersama kaum Quraisy untuk mempertahankan kota Makkah. Dalam hadits tersebut Rasulullah mengatakan bahwa jika saja ia diajak untuk hal serupa saat ini (setelah ia diangkat sebagai Rasul, red) maka ia akan tetap ikut. Ini menjadi dasar bahwa mempertahankan tanah air adalah hal yang disyariatkan.

Wakil Sekjen MUI tersebut juga membantah anggapan bahwa cinta tanah air adalah sifat ashabiyah. Cinta tanah air adalah cinta yang alamiah, sebagaimana cinta orangtua kepada anaknya, suami kepada istrinya dan lainnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat akan hijrah ke Medina mengungkapkan kecintaannya kepada kota Makkah. Bahwa andaikan bukan karena kaummnya yang mengusirnya maka dia tidak akan meninggalkannya.

Yang menjadi masalah menurut ustadz Zaitun adalah jika cinta tersebut menghalangi seseorang dari mencintai Allah Ta’ala. Atau menjadikannya sebagai dasar untuk berwala dan bara’, misalnya hanya mencintai sesama manusia yang berasal dari wilayah yang sama. "Ini adalah cinta buta." kata ustadz Zaitun.[]



Selengkapnya ...

Rabu, 10 Februari 2016

BNPT Klarifikasi Pesantren Wahdah Islamiyah Tidak Masuk Jaringan Teroris


alBalaghMedia.com-- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meralat dan mengklarifikasi rilis yang memasukkan Pesantren Wahdah Islamiyah (WI) sebagai jaringan terorisme di Indonesia. Hal itu disampaikan Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris saat live acara Makna dan Peristiwa di TV One di Jakarta pada Rabu (10/2).

Menurut Prof. Irfan penyebutan nama Wahdah Islamiyah dan pesantrennya sebagai teroris hanya miskomunikasi. “Pekan lalu ust Zaitun (pimpinan WI-ed-) sudah berkunjung ke BNPT bertemu dengan unsur pimpinan mulai pimpinan Deputi dan para direktur, kita duduk bersama menyelesaikan persolan itu, ada miskomunikasi”, terang akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini. “Ada miskomunikasi, pada data yang lalu itu ada memang yang pernah mampir di sekolah, mondok di situ kemudian bergabung ikut pelatihan di Aceh tapi itu sudah tidak ada”, imbuhnya.

Pada kesempatan itu beliau juga menyampaikan usulan Pangdam VII Wirabuana terkait pembersihan nama baik Wahdah Islamiyah. “Kami juga telah bertemu unsur pimpinanan WI di Makassar, Pangdam VII Wirabuana Mayjend Agus mengingatkan perlu ada upaya eksternal dan internal”, ucapnya. “Secara eksternal kita perlu klarifikasi kita perlu dibersihkan”, lanjutnya. “Secara internal pimpinan WI juga harus memantau jangan-jangan ada orang yang mengatasnamakan organisasi dan pesantren Wahdah Islamiyah”, tegasnya.

Sebagaimana ramai diberitakan, pada (4/02) portal berita cnn Indonesia melansir sebuah berita yang menyatakan bahwa BNPT sebut 19 pesantren terindikasi ajarkan radikalisme (http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160203201841-20-108711/bnpt-19-pesantren-terindikasi-ajarkan-radikalisme/), salah satunya adalah Wahdah Islamiyah. Tuduhan terhadap WI ditampik oleh berbagai kalangan, diantaranya Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat Ustad Bachtiar Nasir (UBN). “Jadi Wahdah Islamiyah bukan teroris menurut BNPT”, tanya UBN kepada Prof Irfan. “Bukan”, jawabnya. [Sym/wahdah.or.id]

Videonya tayangan tersebut bisa dilihat di bawah ini.


Selengkapnya ...

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media