Tampilkan postingan dengan label Citizen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Citizen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2016

445 Muslimah Mengikuti Pembekalan Pranikah



alBalaghMedia.com-- Sebanyak 445 muslimah memenuhi aula masjid Darul Hikmah Jalan Antang Raya, Makassar, pada Sabtu, 20 Rabiul Akhir 1437 (30/01). Mereka mengikuti Daurah Pranikah yang dilaksanakan oleh Lembaga Muslimah (LM) Wahdah Islamiyah (WI) Pusat dan LM DPW WI Sulsel.

Dalam rilis yang diterima oleh redaksi albalaghmedia.com, kegiatan ini bertujuan untuk memberi pembekalan kepada peserta sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.  Sesuai tema kegiatan “Bekal Indah Menuju Bahtera Cinta”.

Peserta mendapatkan bekal berupa materi-materi seputar pernikahan. Diantaranya materi tersebut adalah “Visi Pernikahan” oleh ustadzah Ummu Balqis dan ustadzah Ummu Hanif, “Urgensi Pembinaan Keluarga” oleh ustadzah Ummu ika dan ustadzah Ummu Thol'at, serta “Masalah Seputar Pernikahan dan Tips Memilih Suami Idaman” oleh ustadzah Ummu Qorinah.[zl]

----------------
Ingin berita kegiatanmu dimuat di sini? Kirim ke albalaghonline @ gmail.com atau WhatsApp ke 085255956156

Selengkapnya ...

Rabu, 27 Januari 2016

Tangkal Radikalisme dan Aliran Sesat, Pemkab dan Ormas Islam Sesidrap Gelar Silaturahmi


alBalaghMedia.com-- DALAM rangka menangkal paham radikal, terorisme dan aliran sesat Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengadakan Silaturahmi tingkat Kabupaten bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Satuan Kerja Perangkat Daerah, pada Selasa (26/01).

Agenda utama dalam acara tersebut adalah pemberantasan aliran sesat dan radikalisme dirangkaikan penandatanganan bersama Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme.

Deklarasi dan Penandatanganan bersama ini dilaksanakan bersama Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Keagamaan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pendididk, Tokoh Pemuda dan Tokoh Wanita Se- Kab. Sidrap.

Wakil Bupati Sidrap, Ir. H. Dollah Mando mengharapkan kerjasama elemen Pemerintah, Polisi, TNI, Ormas Islam, serta Tokoh Masyarakat, Pemuda, dan Wanita untuk ikut bersama-sama menangkal terorisme dan paham radikalisme serta aliran sesat. “Kita harus berupaya supaya aliran Sesat tidak masuk di Sidrap,” tegasnya.

Hadir dalam Silaturahmi tingkat kabupaten bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sidrap, Polres Sidrap, Kodim 1420 Sidrap, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidrap, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, serta Ketua DPD Wahdah Islamiyah Sidrap, Ustadz Lukman Ambo Tuo, S.Pd.I, Lc. []

Laporan Infokom Wahdah.

----------------
Ingin kirim berita kegiatanmu dimuat di sini? Kirim ke albalaghonline @ gmail.com 


Selengkapnya ...

Senin, 11 Januari 2016

Tokoh-Tokoh Nasional Beri Dukungan Terhadap Wahdah Islamiyah



Wahdah Islamiyah mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi tuduhan teroris oleh Metro TV. Konferensi pers pada Senin (11/1) di Restoran Pulau Dua Senayan Jakarta tersebut juga dihadiri 26 tokoh  Islam Indonesia untuk memberi dukungan kepada Wahdah Islamiyah. (Baca juga: Metro TV Fitnah Wakil Sekjen MUI Pusat)

Diantara Tokoh Nasional yang hadir Dr. Hidayat Nurwahid (Wakil Ketua MPR RI), Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Bahtiar Nasir (Sekjend MIUMI), Ustadz Bobby Pencetus Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum, Dr.Syafi’i Antonio, Ustadz Fahmi Salim,Yan Harlan, Ustadz Tony Rasyid, Ustadz Amirsyah Tambunan (MUI Pusat), Ustadz Cholil Nafis (NU), Adhyaksa Dault Mantan Menpora, Dr. Aries Muftie, Teten Kustiawan, SyakirSula, Ustadz Ferry Nur, Pak Fahmi Askar, Ustaz Fadzlan Garamatan, Pak Iqbal Parewangi (Senator DPD asal sulsel), Syekh Ali Jeber, Mustafa Nahrawardaya, Egi Sudjana dan Ustadz Adnin Armas.

Konferensi Pers ini dihadiri sekitar 60 an awak media cetak,online dan TV.

Ustad Zaitun dalam Konferensi Pers nya menyatakan keprihatinan atas kejadian ini. "Sebetulnya saya sangat sedih dengan keadaan ini, sesama anak bangsa diperhadapkan dengan masalah ini. Tapi yang namanya kekeliruan perlu tetap diluruskan”, Ujar Wakil Sekjend MUI Pusat ini

Lanjut Ustadz bahwa Media adalah aset Bangsa dalam membangun kemajuan bangsa, namun perlu diingat bahwa kita tidak ingin ada yang merusak peran media ini.

“Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.Untuk kehidupan bangsa ke depan yang harmonis, melihat tantangan ummat dan bangsa saat ini tidak sedikit”, Tegas Ketua Ikatan Dai dan Ulama Asia Tenggara ini.

Ustad Ardin Armas sebagai pemandu acara Konpers ini menyatakan bahwa kasus pemberitaan ini melukai banyak pihak, tidak hanya pribadi Ustadz Zaitun dan Wahdah Islamiyah yang dirugikan, tapi lembaga tempat berkumpulnya ulama dan cendikiawan muslim, Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI) Pusat juga turut dilukai, dimana Ustad Zaitun di MUI, sebagai unsur pimpinan, serta melukai secara umum ummat Islam Indonesia

Salah seorang tokoh perwakilan ummat dari Sulsel, AM. Iqbal Parewangi yang saat ini sebagai senator DPD RI, turut hadir beri dukungan. “Hubungan dengan Wahdah Islamiyah awalnya jaga jarak, namun setelah berinteraksi dengan Ustadz Zaitun dan Lembaganya. Saya langsung jatuh cinta dengan Wahdah Islamiyah. Bahkan saya sebagai provokator kepada anak-anak Sulsel untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Wahdah”, ujar senator DPD RI Komite I ini

Dalam kesempatan tersebut, Iqbal Parewangi menyampaikan bahwa akan membawa masalah ini ke sidang Paripurna Besok (12/1).

Tokoh lain yang beri dukungan adalah pengurus MUI Pusat KH. Cholil Nafis dari NU. Sebagai Akademisi beliau 4 bulan lalu menguji Mahasiswa Pascasarjana UI yang mengangkat Tesis tentang Dakwah Wahdah Islamiyah. Dalam pembahasan Tesis itu tidak menemukan bahwa Wahdah Islamiyah benci NKRI, justru dalam penelitian disebutkan pola-pola perjuangan Ormas Wahdah Islamiyah yang santun, jauh dari tindakan kekerasan.

Ustadz Yusuf Mansur, tokoh Islam Nasional yang pertama beri dukungan kepada Wahdah Islamiyah dan Ustadz Zaitun,dalam Kicauan Twitternya beberapa waktu lalu,menambahkan hubungan interaksi nya dengan Ustadz Zaitun.”Ustadz Zaitun itu menemani malam-malam saya dengan belajar bahasa Arab. Beliau coaching saya mahir bahasa Arab. Semoga ke depannya Wahdah Islamiyah sesuai namanya dapat mewujudkan cita cita Persatuan Islam.” ujar ustadz penggiat Rumah Tahfizh ini.[]
Selengkapnya ...

Minggu, 10 Januari 2016

Pernyataan Sikap FUI Sulsel atas Tuduhan Teroris Terhadap Wahdah Islamiyah

FUI bersama ormas-ormas Islam dan Tokoh-tokoh Sulsel - (Foto tribun-timur.com)

Setelah melakukan pertemuan dengan ormas-ormas Islam dan tokoh-tokoh agama dan masyarakat di Makassar Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Sulawesi Selatan mengeluarkan pernyataan sikap atas tuduhan teroris yang oleh Metro TV terhadap Wahdah Islamiyah dan ustadz Muhammad Zaitun Rasmin.

Berikut ini pernyataan sikap tersebut yang ditranskrip redaksi albalaghmedia.com dari versi cetaknya:

PERNYATAAN SIKAP
No. 01/FUI-SS/I/2016

Mencermati News Story Insight (NSI) yang disiarkan Metro TV pada tanggal 3 Januari 2016, jam 15.54 WIB, yang dalam berita tersebut menayangkan slide yang menyebutkan Wahdah Islamiyah dan Zaitun Rasmin termasuk dalam jaringan terorisme di Indonesia, maka Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) SUlawesi Selatan setelah melakukan pertemuan dengan ormas-ormas Islam dan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat di Makassar, 9 Januari 2016 menyatakan:

1. Wahdah Islamiyah adalah ormas yang terdaftar resmi di KESBANGPOL-DEPDAGRI nomor: 57/D.II.2/VI/2008, selama ini sangat aktif dalam kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial yang sama sekali tidak terkait, apalagi terlibat dalam jaringan terorisme, sebagaimana yang ditayangkan Metro TV.

2. Wahdah Islamiyah senantiasa bersinergi dan terbuka terhadap semua komponen umat, bangsa dan negara. Bahkan senantiasa turut serta dalam kegiatan-kegiatan maupun pertemuan-pertemuan yang terkait dengan upaya untuk mencegah dan memberi solusi dalam penanganan radikal terorisme.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, kami mendesak kepada Metro TV untuk:
1. Melaksanakan amanah dalam peraturan perundang-undangan dengan memberikan kesempatan kepada Wahdah Islamiyah dan Zaitun Rasmin untuk menggunakan hak koreksi dan hak jawab seluas-luasnya.

2. Segera melakukan permohonan maaf kepada Wahdah Islamiyah dan Zaitun Rasmin secara terbuka melalui media elektronik dan media cetak nasional selama 7 (tujuh) hari berturut-turut.

3. Tidak mengulangi penayangan berita serupa terhadap ormas dan tokoh manapun, karena hal itu adalah fitnah bahkan dapat dipandang bentuk kriminalisasi terhadap ormas dan tokoh bersangkutan.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan untuk diperhatikan dengan sungguh-sungguh demi kerukunan, kebaikan dan ketentraman bersama seluruh anak bangsa Indonesia yang kita cintai.

Makassar, 28 Rabiul Awwal 1437 H/ 10 Januari 2016

Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI)
SULAWESI SELATAN

Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, MA.                       Drs. H. Wasada, M. Sos.I., M.H.I
Ketua Umum                                                             Sekretaris Jenderal


Pernyataan Sikap FUI atas Tuduhan Teroris Terhadap Wahdah Islamiyah

Selengkapnya ...

Minggu, 27 September 2015

Insiden Mina, by Design atau Murni Kecelakaan?



albalaghMedia.com-- Kemungkinan insiden Mina ada unsur kesengajaan alias by design bukan murni kecelakaan. Ada syiah yang bermain di belakangnya. Naudzubillah. Mari simak tweet dari ustadz Abdullah Haidir (@abdullahhaidir1) berikut:

1. Bismillah... ingin melanjutkan bahas tragedi Mina kemarin, ada beberapa klarifikasi dan pertanyaan mengusik serta info menarik....

2. Saya tidak menyangka sama sekali jumlah korban wafat dalam tragedi Mina kemarin begitu besar, mendekati angka seribu. Plus yang cidera lebih banyak

3. Ini angka yang sangat fantastis. Ketika mengetahui angka tersebut, saya pikir ini tidak normal. Ada beberapa hal yang cukup mengusik.

4. Sebab, setahu saya, ketika dahulu jamarat masih sempit, kalaupun terjadi musibah desak-desakan, korban wafat tidak sampai di atas 200 jamaah...

5. Tentu saja, jumlah segitu sudah sangat besar, tapi kali ini mencapai mendekati atau sudah 800 jamaah, sangat menyedihkan...

6. Perlu saya tekankan, tanpa bermaksud apologi, petugas yang mengatur arus jamaah sebenarnya sangat banyak. Mereka bukan sekedar relawan biasa.

7. Kebanyakan adalah anggota militer yang setiap tahun ditugaskan mengurus arus jamaah haji. Bahkan mereka bikin barak-barak agar dapat berjaga bergantian.

8. Pengelolaan jamaah haji ini setiap tahun selalu dievaluasi, menampung masukan, dan relatif cukup banyak perbaikan signifikan.

9. Di Saudi untuk urusan haji ini dibuatkan departemen dan menteri khusus untuk haji. Dikenal sebagai wazaratul haj....

10. Bahkan dijadikan pula sebagai salah satu kajian akademik, juga dibuat lembaga kajian khusus untuk pengelolaan ibadah haji dari berbagai sisi.

11. Meskipun tentu saja, Saudi yang paling bertanggungjawab dalam masalah ini, namun jangan dipahami bahwa tidak ada usaha maksimal mereka dalam hal ini

12. Nyatanya memang, sejak musibah Mina terakhir tahun 2006, nyaris tidak terdengar musibah berarti lagi setelah itu, hingga datang musibah kemarin.

13. Sekitar tahun 2008 saya pernah bawa satu bis rombongan saya berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina setelah shubuh, waktunya sama dengan kejadian kemarin

14. Padahl dalam rombongan ada kedua mertua yang cukup lanjut usia, juga isteri dan ketiga puteri saya yang masih kecil, Alhamdulillah aman..

15. Memang padat sekali jalannya, kami harus berhenti beberapa kali untuk lihat suasana. Namun akhirnya dapat melontar dengan aman.

16. Padahal ketika itu, lokasi jamarat sedang dalam proses perluasan dan penambahan tingkatnya, dan jumlah jamaah haji belum dipotong seperti sekarang.

17. Artinya, setelah tragedi Mina terakhir, tahun 2006, terjadi perombakan besar-besaran, bagi dari segi bangunan maupun teknis pegaturannya....

18. Dan itu cukup berhasil, apalagi setelah 4-5 tahun belakangan, setelah lokasi jamarat yang berlantai 5 selesai dibangung, melontar sangat nyaman

19. Terkait dengan kejadian kemarin, insiden bukan terjadi di jamarat, tapi cukup jauh dari jamarat, bahkan juga bukan di jalan utama pejalan kaki..

20. Ada beberapa jalur yang disediakan dari Muzdalifah ke Mina, yang paling tengah dan paling besar, disebut thariq musyat, khusus pejalan kaki....

21. Tandanya setelah memasuki area Mina, ada jalan yang diberi awning, juga disediakan blower raksasa di kiri kanan jalan untuk pengaturan udara,,

22. Adapun insiden kemarin terjadi di jalan cabang, bukan di jalan utama pejalan kaki. Di tengah perkemahan resmi jamaah haji.

23. Jubir resmi Saudi melaporkan bahwa jalan tersebut jalan cabang, dan penumpukn jamaah dalam jumlah besar di jalan tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.

24. Perhatikan TKP dari lokasi jamarat, masih jauh, +- 2 km, jalur utama pejalan kaki ada di sebelah kirinya....


24. Yang saya maksud dengan jalur utama pejalan kaki (thariq musyat) adalah garis yang warna abu2... itu awningnya....

25. Jadi lokasi kejadiannya adalah di tengah perkemahan resmi, maka korbannya kemungkinan besar adalah jamaah haji resmi yang memiliki tenda resmi

26. Sekaligus saya klarifikasi dan minta maaf, kemarin saya cenderung salahkan haji koboy dan pejalan kaki serta yang tidak punya tenda resmi di Mina

27. Ust. @farisjihady yang sedang pergi haji melaporkan bahwa dia jam 8 pagi melewati thariq musyat, jalur utama pejalan kaki, kondisi padat tapi lancar

28. Jadi sekali lagi, insiden bukan di jamarat, bukan pula di jalur utama pejalan kaki yang menjadi tempat krusial terjadinya musibah....

29. Lokasi kejadian di jalan dekat perkemahan warga negara-negara Arab dan Asia selatan ...


30. Biasanya di jalan ini, minim kerawanan insiden. Jamah haji umumnya punya tenda, mereka dapat istirahat, dan juga biasanya dijadwal ke jamarat...

31. Tingkat kepadatannya pun tidak seperti di jalur utama pejalan kaki tadi. Kalau mereka berjalan searah, walaupun dalam jumlah banyak, aman insyaAllah.

32. Lalu mengapa terjadi musibah yang amat memilukan ini? Ada beberapa benang merah yang coba saya himpun, ini baru analisa pribadi....

33. Setelah kejadian tersebut yang lantang memojokkan Saudi adalah Iran, resmi dari para pemimpinnya, jangan tanya dengan para pengikutnya, termasuk di Indonesia

34. Sebenarnya wajar sekali Saudi dikritik, tapi nada mereka sngat terkesan unsur 'syamatah'.... bahasa kita adalah 'rasain lu'... 'makan tuh'..

35. Yang rame juga kaum liberalis... mereka dapat amunisi besar untuk pojokkan Saudi. Mereka lupa, konser musik yang cuma puluhan ribu sering terjadi insiden.

36. Sangat besar kemungkinan, insiden ini by design, ada yang siap buat masalah, dan sudah disiapkan pula statement politiknya....

37. Membaca beberapa berita yang masuk dan info dari kawan-kawan, besar kemungkinan, kaum syiah bermain. Santai..... jangan panas.... :)

38. Jamaah haji Iran termasuk jamaah haji terbesar jumlahnya, bahkan mungkin yang pertama atau kedua setelah Indonesia..

39. Laporan media: Insiden terjadi berbarengan mengalirnya gelombang jamaah haji asal Iran dalam jumlah sangat besar sabq.org/aWHgde

40. Ada saksi mata yang melaporkan, jamaah haji Iran kembali dari jamarat melalui jalan yang sama, seharusnya melalui jalur lain.


41. Tentu saja arus mereka bentrok dengan arus jamaah yang hendak berangkat ke Mina untuk melontar jumrah.... terjadilah insiden tersebut.

42. Maka praktis TKP menjadi jalur pergi pulang jamaah Iran dan jamaah warga Arab serta warga Asia selatan...

43. Kemudian, dari data sementara korban yang saya dapatkan, jamaah haji Iran paling banyak jumlahnya en.m.wikipedia.org/wiki/2015_Hajj…

44. Kita tahu, kondisi politik Iran dan Saudi sedang panas-panasnya. Pasukan koalisi sedang bergerak rebut ibu kota Yaman yang dikuasai houthi dukungan Iran

45. Jelas ada kepentingan besar untuk jatuhkan Saudi di mata internasional. Merekayasa insiden haji adalah hal yang cukup efektif.

46. Secara idiologis, hari kesepuluh Zulhijjah memiliki arti tersendiri bagi kaum Syiah. Apa itu? Sebentar......

47. Kita tentu tahu catatan dalam sirah, tahun 8 H turun perintah haji, lalu tahun 9 H Rasulullah saw utus Abu Bakar dan para sahabatnya pergi haji..

48. Rasulullah saw sendiri belum pergi haji pada tahun tersebut, beliau baru pergi haji tahun ke-10-nya. Tahun 9 beliau sibuk terima delegsi dari berbagai suku

49. Makanya tahun itu disebut Aamul wufuud, tahun datangnya berbagai delegasi dari berbagai suku Arab untuk bertanya tentang Islam.....

50. Selain itu, Rasulullah saw tidak pergi haji pada tahun itu, karena masih ada orang musyrik yang pergi haji dan masih ada yang thawaf telanjang...

51. Jangan heran, dalam masyarakat Arab Jahiliah, juga dikenal ibadah haji, sisa-sisa peninggalan ajaran Nabi Ibrahim, tetapi dengan sejumlah penyimpangan

52. Di antaranya adalah kalau tawaf, mereka telanjang, katanya biar total ibadahnya..... :)
Mirip-mirip dengan si anu kalau cari dalih... :)

53. Nah, Abu Bakar Rasulullah saw perintahkan bersama sejumlah sahabat, untuk umumkan dua perkara penting; Pertama, setelah tahun ini..

54. Setelah tahun ini, tidak boleh ada lagi orang musyrik yang pergi haji. Kedua; Tidak boleh lagi ada yang tawaf dalam keadaan telanjang.

55. Pada saat itu turunlah surat Al-Baroah, nama lain surat attaubah, yang isinya membatalkan semua perjanjian dengan kaum musyrikin Arab ketika itu.

56. Kesimpulannya, pada hari kesepuluh Zulhijjah, pada hari Nahr atau Idul Adha, Abu Bakar asshidiq umumkan di Mina keputusan Nabi tersebut.

57. Dengan demikian, sejak saat itu, riwayat kemusyrikan dan prakteknya tamat dari tanah suci Mekah. Lalu tahun depannya Nabi pergi haji...

58. Apa kaitannya pengumuman yang disampaikan Abu Bakar tadi dengan orang-orang Syiah? Mereka yang berpendapat yang berhak mengumumkan itu seharusnya Ali...

59. Sebab ini, versi mereka, sudah menyangkut masalah kenegaraan, dan Ali ra bagi syiah adalah pemilik sah kekhalifahan setelah Rasulullah saw.

60. Panjang dah alasan mereka soal ini, silakan dicari referensinya. Nah, kejadian ini bagi mereka memperpanjang bukti, Abu Bakar 'rampas' wewenng Ali

61. Maka permusuhan mereka terhadap Abu Bakar menjadi-jadi, lalu moment 10 zulhijjah bagi jamaah haji syiah sering digunakan kesempatan muzoharoh, demonstrasi

62. Mereka menyebutnya sebagai muzoharoh baro'ah, demontrasi untuk berlepas diri dari kemusyrikan. Kerenkan... tapi itu covernya, isinya?

63. Tapi hakekatnya adalah pengagungan terhadap Ali dan Husain. Sedangkan baro'ahnya adalah kepada Abu Bakar, Umar dan kaum suni yang mereka sebut nawasib

64. Talbiahnya pun bukan Labbaika Allahumma labbaik, tapi labbaika yaa Husein


65. Saya sendiri pernah lihat langsung bebrapa tahun lalu, rombongan mereka dalam jumlah besar di Mina, mengangkat panji-panji besar, persis demonstrasi

66. Yel-yelnya ketika itu adalah 'Al-Maut Li Amrika' Mampuslah amerika. Saat itu Amerika masih jadi setan besar bagi Syiah. Sekarang kan dah temenan :)

67. Nah, beberapa benang merah inilah yang membuat saya berkesimpulan, bahwa sedikit atau banyak, ada faktor kesengajaan kaum syiah dalam insiden ini

68. Hal ini tidak menutup mata kemungkinan adanya kelalaian dari pihak penyelenggara haji, Saudi. Tapi juga jangan menutup mata atas usaha keras mereka.

69. Masukan harus disampaikan secara utuh dan terpadu, bagus juga jika dibuatkan tim pencari faktanya di antara negara Islam. Jangan ajak AS!

70. Isunya insiden karena adanya rombongan Raja Salman atau pangeran, itu mustahil. Kurang kerjaan amat raja Salman blusukan ke sana saat-saat padet

71. Kalau mereka mau melontar, ada ruangan bawah tanah jamarat, khusus untuk pejabat dan tamu-tamu khusus. Beberapa kawan ada yang pernah merasakannya.

72. Sampai di sini dulu tweep, ini bukan tweet kebencian, atau mencari-cari alasan. Jujur saja, insiden ini sangat tidak normal. Wallahu a'lam.[]
Selengkapnya ...

Jumat, 24 Juli 2015

TPM Wahdah Islamiyah Bantu Shalat Jumat Pertama di Tolikara Pasca Tragedi

 

Laporan Langsung dari Tolikara, Ust Harun Hamzah (Ketua Tim TPM Wahdah Islamiyah untuk Tolikara)
Pelaksanaan shalat Jumat hari ini (24/07) di Tolikara berjalan khidmat. Dengan khatib ustadz Fadhlan Garamathan, ustadz asal Papua dan salah satu penggagas MIUMI Pusat. Ustadz Fadlan menyampaikan khutbah dengan topik “menjaga kesatuan Indonesia dengan membangun Tolikara damai bersatu cerdas untuk Indonesia lebih baik ke depan”.
Adzan shalat Jumat dikumandangkan jam 12.15 waktu setempat. Bertindak sebagai muadzin ustadz Abdul Shamad (Dai Wahdah Asli Putra Papua) dengan imam ustadz Harun Hamzah (tim Lazis Wahdah).
Jamaah shalat Jumat sekitar 100 orang yang berasal dari kesatuan TNI-Polri, warga pengungsi dan para relawan lembaga amal.
Berbagai kelengkapan yang sebelumnya disiapkan oleh tim LAZIS Wahdah seperti papan nama masjid sementara, karpet plastik, speaker portabel sangat membantu saat pelaksanaan shalat Jumat.
Alhamdulillah, program pertama yang diemban oleh tim dapat terlaksana dgn baik yaitu ditegakkannya sholat jumat “Jumat Berkah Tolikara Damai”. Ini merupakan shalat Jumat pertama kali sejak insiden pembakaran masjid di hari Idul Fitri. Dan sebagaimana diketahui bahwa masjid Baitul Muttaqin yang hangus terbakar adalah satu-satunya masjid yang ada di kabupaten Tolikara.
Tim Wahdah Islamiyah/Lazis Wahdah akan terus menjalankan program keummatan di Tolikara, donasi dapat disalurkan melalui rekening sedekah Lazis Wahdah bank Mandiri Syariah (451) 499 900 9005 a.n Lazis Wahdah Peduli
Konfirmasi transferan ke 085315900900[]
Selengkapnya ...

Wahdah Islamiyah Kirim Tim TPM ke Tolikara


Laporan: Ust Harun Hamzah (Ketua Regu TPM Wahdah Untuk Tolikara), Melaporkan dari Tolikara, Papua
Alhamdulillah Tim Penanggulangan Musibah Wahdah Islamiyah (TPM)/ Lazis Wahdah ) telah tiba malam ini (23/07) di Tolikara Papua.
Tim beranggotakan 3 Relawan yang diketuai oleh Ust.Harun Hamzah bersama Ustadz Edi dari Makassar dan relawan Ust Abd.Shomad Mahuze, Dai Wahdah putra asli Papua
Tim bertolak tadi siang sekitar Pukul 14.40 Wita menuju Tolikara. Sebelumnya melapor di Polres Wamena. Perjalanan mobil kurang lebih ditempuh sekitar 4-5 Jam.
Tim juga menyempatkan untuk membeli beberapa kelengkapan untuk persiapan pelaksanaan Shalat Jumat besoknya.
Program pertama kita berjudul: “JUMAT BERKAH, TOLIKARA DAMAI . Program ini berupa upaya untuk membantu pelaksanaan salat Jumat pertama Pasca Tragedi Idul Fitri, semoga lancar dan berhasil dengan izin Allah.
Perjalanan menuju Tolikara lumayan menantang, dengan pendakian dan penurunan yang tajam ditambah lagi adanya kabut tebal selama perjalanan yang belum diaspal saat mendekati Tolikara.
Kabut menutupi jalan, jarak pandang hanya 3-5 meter saja, sehingga perjalanan terlambat.
Adapun program tim selanjutnya secara umum meliputi support moril dan program dakwah, bantuan untuk kebutuhan- kebutuhan pokok dan pemulihan/pengadaan sarana ibadah.
Bagi kaum Muslimin yang mau ikut berpartisipasi meringankan beban saudara Muslim di Tolikara bisa mengirimkan donasi Peduli Muslim Tolikara Papua: Mandiri Syariah (451) 499 9009005 an. Lazis Wahdah Peduli
Konfirmasi (sms/wa): 085315900900 (*)
Selengkapnya ...

Sabtu, 11 April 2015

Wahdah Islamiyah Mengeluarkan Pernyataan Sikap Atas Konflik di Yaman


Ormas Islam Wahdah Islamiyah mengeluarkan pernyataan sikap atas konflik yang terjadi di negeri Yaman. Berikut ini pernyataan sikap yang dikeluarkan pada tanggal 21 Jumadal Akhirah 1436 / 11 April 2015 tersebut :

Bismillahirrahmanirrahim
Negeri Yaman sejak beberapa tahun terakhir dilanda berbagai pergolakan dan tragedi.Hal yang paling memilukan adalah terjadinya pembunuhan kaum muslimin, termasuk ulama dan pelajar yang dilakukan oleh milisi syi’ah al Hautsi . Mereka juga melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah sehingga keamanan di kawasan tersebut semakin terancam termasuk terhadap dua kota suci Mekkah dan Medinah. Hal mana mengundang Arab Saudi dan negara-negara teluk melakukan operasi militer atas permintaan presiden Yaman yang sah . Inisiatif negara-negara teluk ini mengundang kontroversi dikalangan ummat dan tokoh-tokohnya, bahkan ada yang tanpa mengetahui duduk masalah di sana telah memberikan vonis atau penilaian negatif atau sinis. Untuk itu demi melaksanakan kewajiban untuk menyampaikan dan membela kebenaran, juga sebagai solidaritas sesama ummat, kami menyampaiakan penjelasan atau risalah ini , dalam poin- poin berikut ini :

1. Mendukung inisiatif Operasi Militer negara-negara teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk melumpuhkan gerakan milisi radikal syi’ah Al Hautsi dengan beberapa alasan kuat sebagai berikut:

a. Untuk menyelamatkan rakyat Yaman dari milisi radikal syi’ah Houtsi yang telah melakukan serangan dan pembunuhan terhadap kaum muslimin dan para ulama serta pelajar, termasuk pelajar Indonesia di Yaman.
b. Untuk mencegah gangguan keamanan dikawasan tersebut dan menyelamatkan dua kota suci dari ancaman milisi radikal houtsi dan negara atau pihak yang mendukungnya.
c. Inisiatif operasi militer tersebut adalah atas permintaan dari presiden yang konstitusional yang dipilih oleh mayoritas rakyat Yaman.
d.Operasi ini telah disetujui dan didukung penuh oleh Liga Arab yang terdiri dari 28 negara Arab.
e.Operasi ini juga didukung oleh Negara-negara Islam lainnya seperti: Turki, Pakistan dan Malaysia.

2.Meminta agar kiranya serangan ini betul-betul diarahkan pada pusat pusat kekuatan milisi radikal houtsi dan menghindari obyek sipil yang tidak ada kaitannya dengan milisi Houtsi atau orang-orang yang tak berdosa, dimana kami berkeyakinan bahwa para pimpinan dan panglima operasi telah memperhitungkan hal itu secara cermat.

3.Mengingatkan kepada para pemimpin Islam dan rakyat Yaman agar berhati- hati terhadap pemanfaatan pihak-pihak musuh yang anti Islam, yang senantiasa berusaha mengail di air keruh memanfaatkan situasi ini untuk kemaslahatan mereka dan kemudharatan kaum muslimin.

4. Meminta Pemerintah Indonesia dan pemimpin negara Islam lainnya untuk membantu rakyat Yaman memperoleh keamanan dan tegaknya konstitusi mereka bersama dengan negara-negara teluk dan liga Arab. Sebab bila operasi penyelamatan ini berlansung lama dan milisi radikal houtsi tetap eksis maka dapat mengganggu keamanan di kawasan tersebut, termasuk pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Juga dapat menjadi tempat yang subur bagi berkembangnya gerakan gerakan radikal, yang tentu saja dapat melebar keberbegai penjuru dunia termasuk Indonesia.

5.Mengingatkan pemerintah Indonesia dan kaum muslimin di Indonesia pada umumnya agar mewaspadai tumbuh dan berkembangnya gerakan seperti milisi Hautsi tersebut yang merupakan sempalan dari syi’ah Zaidiyah setelah pendiri kelompok tersebut menganut faham syi’ah Imamiyah.Kita hendaknya tidak memandang remeh dengan adanya sekolompok kecil syi’ah di Indonesia saat ini yang telah mulai mengalami perkembangan pesat,dimana mereka telah berani menunjukan keradikalan dan serangan serta ancaman mereka kepada para da’i dan ulama, bahkan para tokoh ahlussunnah .Mereka juga begitu radikal mencaci dan melaknat sahabat serta istri Nabi kita tercinta Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kalau keadaan ini terus berlanjut dan jumlah serta prosentasi mereka semakin banyak maka dapat menyebabkan perang saudara dan terancamnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (wana’uzu billahi min zalik).

6.Mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk mengupayakan perlindungan WNI di Yaman dan memulangkan mereka yang terancam keselamatannya sebagai bentuk nyata eksistensi negara yang melindungi warga dan rakyatnya. Kamipun mengharapkan apabila keamanan di Yaman telah pulih, kiranya pemerintah dapat memberikan bantuan bagi kembalinya mereka ke sana untuk melanjutkan pendidikan dan menuntut ilmu yang sangat bermanfaat bagi ummat dan bangsa Indonesia kelak insya Allah.[]

Sumber: wahdah.or.id
Selengkapnya ...

Senin, 23 Februari 2015

MIUMI DIY dan PKU Gontor Gelar Seminar Nasional "Tantangan Pemikiran Islam Kontemporer"

MIUMI DIY dan PKU Gontor Gelar Seminar Nasional

alBalaghMedia.com-- Berkembangnya berbagai pemikiran Islam dengan masuknya beragam konsep dan pendekatan, menjadi persoalan serius yang meresahkan umat Islam dan perlu disikapi oleh para ulama.

Sebagai bagian dari memberi solusi terhadap persoalan umat, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam Gontor, menyelenggarakan Seminar Nasional “Tantangan Pemikiran Islam Kontemporer”.

Kegiatan ilmiah ini diadakan di 7 kampus besar Yogyakarta, Ahad- Senin, 22-23 Februari 2015.

Kampus yang menjadi tempat penyelenggaraan adalah: Universitas Gadjah Mada (UGM), UIN Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM).

Roadshow seminar ini menghadirkan 20 lulusan Program Kaderisasi Ulama Gontor yang telah digembleng selama 6 bulan di Universitas Darussalam Gontor untuk mendalami pemikiran Islam Kontemporer, ” ujar Ridwan Hamidi, Lc, MPI, Ketua MIUMI DIY.

Program ini diasuh langsung oleh para ulama dan intelektual, diantaranya: Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil, Dr.Adian Husaini, M.A, Dr.Adnin Armas, M.A dan Dr. Dihyatun Masons.

Menurut Ridwan, Program Kaderisasi Ulama ini sangat relevan dengan berbagai persoalan yang dihadapi umat.

Saat ini para ulama berhadapan dengan tantangan dakwah berupa gerakan kristenisasi, gerakan aliran kepercayaan dan kebatinan, gelombang budaya Barat yang berupa hedonisme, materialisme, kapitalisme dan sebagainya yang menjauhkan umat dari agama.

Di kalangan orang awam orientasi pada kesenangan (hedonisme) dan pencarian materi (materialisme) lebih dominan ketimbang orientasi keagamaan.

Sedangkan di kalangan masyarakat terpelajar muncul tren pemikiran yang mengadopsi konsep-konsep, pendekatan dan metodologi Barat, seperti liberalisme, sekulerisme, pluralisme agama, relativisme, nihilisme dan lain lain.

Tren ini kemudian mempengaruhi metodologi cendekiawan Muslim dalam memahami Ilmu-ilmu tradisional seperti Ulum al-Qur’an, ilmu Hadith, Fiqih dan Usul Fiqih dsb dan pada gilirannya timbullah penafsiran-penafsiran baru ajaran Islam yang asing bagi para ulama.

Acara yang berlangsung dua hari di 7 kampus tersebut juga menghadirkan para Keynote Speakers, yaitu Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil. (Direktur Utama INSISTS), Dr. Dihyatun Masqon (Ketua Program PKU Gontor, Ridwan Hamidi Lc, MPI (Ketua MIUMI DIY) dan para Pengurus MIUMI DIY lainnya.

Seminar yang tersebar di berbagai kampus ternama di Yogyakarta itu berlangsung meriah. Para dosen, mahasiswa, peneliti, da’i, intelektual muda dan masyarakat umum tampak antusias menyimak dan terlibat aktif dalam diskusi.

Sebanyak 20 topik pemikiran Islam Kontemporer dibahas secara detail dan komprehensif, diantaranya persoalan ‘konsep kebenaran dalam pluralisme’, “Ta’wil Versus Heurmenitika’, ‘Pandangan Syiah terhadap Sahabat’, ‘Analisis Kritis Studi Hadist Kaum Feminis’, ‘Konsep Ikhtilaf dalam Islam’, ‘Konsep Islam dalam Science’, dan masih banyak lagi.

Semuanya memberikan pencerahan kepada umat Islam agar kembali menggiatkan tradisi keilmuan dan pemikiran Islam yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan secara syar’i dan memenuhi kaidah ilmiah. [MIUMI DIY]

----------
Kirimkan info kegiatan Anda di albalaghonline[at]gmail.com
Selengkapnya ...

Minggu, 22 Februari 2015

Undangan Grand Opening Islamic Book Fair 1436 H


Hadirilah Pembukaan Islamic Book Fair (IBF) 1436 H / 2015 M

InsyaAllah pada hari Jumat 27 Februari 2015, jam 13.30-16.00 WIB

di Istora GBK Senayan Jakarta bersama Menteri Pendidikan RI, dan tausiyah ulama
Ustadz .DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA dan Ustadz Bachtiar Nasir, Lc, MM.

Hadiah bagi 2000 pendaftar yang hadir awal: 1 mushaf Quran, 1 buku, voucher diskon 50%, Pameran Mummy Mesir dan diskon tambahan 10% untuk penerbit tertentu saat hari H.

Cara Daftar: ketik :nama / no hp kirim sms ke 081342588444

Info lengkap kegiatan lihat di gambar.[]

Sumber: FB Wahdah Islamiyah

Selengkapnya ...

Rabu, 11 Desember 2013

Bedah Buku MUI: Mengenal & Mewaspadai Syiah di Indonesia


alBalaghMedia.com-- Hadirilah bedah buku "Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia"

dibarengi deklarasi "Masyarakat Pencinta Sunnah" dan pembagian buku panduan MUI (Majelis Ulama Indonesia)

Ahad, 15 Desember 2013
@masjid kampus UGM Yogyakarta
pukul 17.50-21.00 WIB (Shalat Maghrib Berjama'ah)

Selengkapnya ...

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media