Kamis, 28 Januari 2016
Kisah Taubat Dusta
MANSHUR bin Ammar berkata : "Dulu aku pernah memiliki seorang teman yang buruk. Lalu dia bertaubat, aku melihatnya sebagai seorang ahli ibadah, banyak ibadah dan tahajjud.
Aku lalu tidak melihat dan bertemu dengannya beberapa hari, sampai dikabarkan kepadaku bahwa dia sedang sakit.
Aku lalu mendatangi rumahnya. Putrinya menyambutku dan berkata : "Kamu mencari siapa?"
Aku menjawab : "Sampaikan ke ayahmu si fulan datang menemuimu."
Putrinya lalu memintakan idzin untukku dan akupun masuk menemuinya dan mendapatinya terbaring di pembaringan dalam rumah dengan keadaan wajah telah menghitam, mata berbinar dan kedua bibirnya kelu.
Dengan perasaan takut atas keadaannya, aku berkata : “Wahai saudaraku perbanyaklah mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH"
Dia membuka kedua matanya, lalu memandangiku dengan pandangan yang tajam dan kemudian pingsan.
Setelah siuman, Aku kembali mengatakan kepadanya : “Wahai saudaraku perbanyaklah mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH"
Dan aku kembali mengulangi perkataanku kepadanya untuk yang ketiga kalinya, dia membuka matanya dan berkata : “Wahai Mansur, Saudaraku. Aku telah terhalangi dari mengucapkan perkataan ini. Aku telah terhalangi dari mengucapkan perkataan ini"
Aku berkata kepadanya : “la hawla wala quwwata illa billah... wahai saudaraku, mana shalat yang dulu itu, mana puasa dan tahajjud yang dulu itu?"
Dia menjawab : "Semua itu dulu aku lakukan untuk selain ALLAH, dan taubatku adalah taubat yang dusta. Dulu aku melakukan semuanya agar aku mendapat pujian. Aku melakukannya karena RIYA. Tapi ALLAH tidak ridha kecuali menyingkap keburukan yang aku lakukan. Dulunya, disaat aku berkesendirian, aku menutup pintu, aku menutupi diriku dan mulai meminum khamr, aku menantang Rabku dengan kedurhakan yang aku lakukan. Aku melakukan itu dalam waktu yang cukup lama, sampai aku tertimpa penyakit sampai kematian membayangiku. Aku lalu berkata kepada putriku : “Berikan Mushaf kepadaku dan antar aku ke tengah beranda rumah."
Putriku lalu mengantarku ke beranda rumah sementara aku membawa mushaf. Aku lalu membuka lembaran mushaf dan membacanya, lalu aku berkata : "ya ALLAH, dengan kebenaran perkataan-Mu ini dalam AL-Quran yang agung ini, sembuhkanlah aku dan aku berjanji tidak akan kembali mekakukan dosa-dosaku lagi, sembuhkan aku ya Rabb, dan aku tidak akan kembali melakukan dosaku untuk kedua kalinya.”
ALLAH lalu memberikan kesembuhan kepadaku.
Ketika sembuh. aku kembali melakukan dosaku, kembali kedalam kemaksiatan dan kedurhakaan, dan Setan membuatku lupa dengan janjiku. Janji antara diriku dan Rabku. Aku terlarut dalam keadaan seperti itu cukup lama. Syahwat, kelezatan, dan kemaksiatan. Aku mendurhakai Rabb langit dan bumi, dan aku pun sakit untuk kedua kalinya. Sakit yang sangat parah. Kematian pun kembali membayangiku.
Aku kembali menyuruh keluargaku, mengantarku ke beranda rumah dan memberiku Mushaf aku melakukan seperti yang aku lakukan sebelumnya. Aku kemudian membaca AL-Qur'an, lalu aku mengangkat Qur'an itu ke dadaku dan berkata : “YA ALLAH... dengan kehormatan Mushaf yang Mulia ini.. dari perkataan-Mu..longgarkan penderitaanku… "
Allah lalu menjawab doaku, "Dia menyembuhkanku..dan aku berjanji kepada ALLAH untuk tidak kembali melakukan dosa dan kemaksiatan lagi." Akan tetapi aku kembali melakukannya. Aku pura-pura lupa, larut dalam kelalaian sampai aku akhirnya tertimpa penyakit yang engkau lihat sekarang ini.
Aku kembali meminta keluargaku. mengatarku ke beranda dalam rumah. Seperti kebiasanku. dan seperti yang engkau lihat sekarang, kemudian aku mengatakan kepada mereka : “Bawakan mushaf untukku... agar aku bisa membacanya, akan tetapi ketika aku membuka mushaf saat itu. Aku tidak dapat melihat satu huruf pun dari mushaf itu. Ketika aku membuka mushaf saat itu. Aku tidak dapat melihat satu huruf pun dari mushaf itu. Aku kemudian tahu, bahwa sesungguhnya ALLAH Penguasa Langit dan Bumi telah murka kepadaku. Aku kemudian tahu, bahwa sesungguhnya ALLAH Penguasa Langit dan Bumi telah murka kepadaku.
Betapa sering aku mengumbar janjiku kepada-Nya. Betapa seringnya aku bertaubat dan berdusta dengan taubatku dan betapa seringnya ALLAH menyelamatkanku dan memberiku kesempatan demi kesempatan. Aku kemudian tahu bahwa ALLAH Subhanahu wa Ta'ala telah murka kepadaku.
Aku menengadahkan kepalaku ke langit dan berkata “YA ALLAH longgarkan penderitaanku, longgarkan penderitaanku wahai Penguasa langit dan bumi"
Aku lalu mendengar suara yang seakan berbisik berkata :
Engkau taubat dari dosamu saat kau sakit...
Dan engkau kembali ke dosamu dikala sembuh...
Betapa banyak Kami melonggarkan kesulitanmu...
Betapa seringnya Kami menyingkap bala yang menimpamu...
Tidakkah engkau takut kematian mendatangimu…
Saat engkau bergumul dengan kesalahan yang engkau mainkan...
Manshur bin Ammar berkata : "Demi ALLAH Tidaklah aku keluar meninggalkannya kecuali airmata telah membasahi mataku, dan aku belum sampai di pintu keluar rumahnya namun telah dikabarkan kepadaku kalau dia telah meninggal dunia."
Dia telah dihalangi dari apa yang dia inginkan.
Maka dari itu ALLAH berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى اللّٰـهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰـهُ النَّبِىَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. at-Tahrim: 8)[]
Diterjemahkan dari Ceramah Syekh Khalid Ar-Rasyid
( https://www.youtube.com/watch?v=2KCIs6HoseE)
Oleh: Muttaqin Rusli.
Artikel Terkait

Langganan:
Posting Komentar (Atom)