Tampilkan postingan dengan label Gaza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaza. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2016

Pemuda Malaysia Nikahi "Janda Syahid" Beranak Lima di Gaza.

 
Pemuda Malaysia Nikahi "Janda Syahid" Beranak Lima di Gaza.
Muhammad Nadir (tengah)

alBalaghMedia.com-- Seorang pemuda asal Malaysia, Muhammad Nadir (29 tahun) melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita Palestina. Wanita tersebut "Janda Syahid" beranak lima asal Syija'iah, Jalur Gaza bagian timur.

Sebelumnya suami dari Janda Syahid tersebut telah gugur di medan pertempuran dengan pasukan zionis yahudi.

Acara perayaan pernikahan (Walimah Al Urs) Nadir dilangsungkan di hotel Mathaf, dekat Pantai Gaza bagian barat. Hadir dalam udangan terbatas yang dihadiri sejumlah tokoh penting seperti petinggi yayasan IHH dari Turki serta WNI dan Abdillah Onim.

Pernikahan antara dua bangsa ini tergolong unik , Muhammad Nadir juga masih mengenyam pendidikan di Universitas Islam Gaza lebih memilih "Janda Syahid" beranak lima ketimbang meminang gadis Gaza sebagaimana lazimnya.

Meskipun unik, pernikahan Palestina dengan warga Melayu di Gaza ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, Abdillah Onim, Pemuda asal Galela Halmahera Utara Malut tahun 2011 dan Muhammad Husein asal Bogor 2014  sudah lebih dulu melangsungkan pernikahan dengan wanita Palestina di Jalur Gaza.

Pemuda Melayu asal Malaysia tersebut melangsungkan pernikahan saat wilayah Gaza sedang dalam blokade Israel dan sudah berlangsung lebih dari 10 tahun, dan krisis pun kian memprihatinkan.[]

Sumber: suarapalestina.com
Selengkapnya ...

Senin, 01 Februari 2016

Hamas Luncurkan Tank Pertama Produksi Gaza

Hamas Luncurkan Tank Pertama Produksi Gaza

IZZUDDIN Al Qassam kembali membuat kejutan. Pada peringatan syahidnya 7 warga Gaza di terowongan bawah tanah, Ahad (31/1/2016), sayap militer Hamas itu meluncurkan tank pertama produksi Gaza.

Peluncuran tank itu dihelat secara terbuka dengan dihadiri ribuan warga dan disiarkan oleh Aqsa TV, lansir media Turki Yeni Akit.

Dalam peluncuran, tampak sedikitnya tiga pasukan Izzuddin Al Qassam naik di atas tank tersebut. Sedangkan di sekitar tank, tampak puluhan pasukan Izzudin Al Qassam yang juga mengenakan topeng agar wajahnya tidak dikenali.

Peluncuran tank produksi Hamas itu membuat Israel tercengang. Time of Israel belum bisa mempercayai bahwa tank tersebut adalah produksi Hamas. Media Israel itu menyebut “tank yang mirip tank Israel” ketika memuat foto peluncuran tersebut.

Selain meluncurkan tank, Izzuddin Al Qassam juga mengancam Israel bahwa mereka memiliki tawanan tentara Israel untuk ditukar dengan tahanan Palestina sebagaimana pernah dilakukan pada Gilad Shalit beberapa tahun silam. []

Hamas Luncurkan Tank Pertama Produksi Gaza

Hamas Luncurkan Tank Pertama Produksi Gaza


Selengkapnya ...

Jumat, 23 Januari 2015

3 Mobil Ambulance Bantuan Rakyat Indonesia Berhasil Masuk Gaza

Mobil Ambulance Bantuan dari Rakyat Indonesia untuk Gaza Palestina
- Mobil Ambulance Bantuan dari Rakyat Indonesia untuk Gaza Palestina -

alBalaghMedia.com-- Bantuan mobil ambulance dari rakyat Indonesia berupa mobil ambulance alhamdulillah berhasil masuk Gaza, Palestina pada tanggal 22 January 2015 melalui perlintasan Rafah. Awalnya ada 5 unit mobil ambulance yang rencananya akan di kirim ke wilayah Gaza atas koordinasi oleh pihak KBRI Kairo, yaitu Ambulance dari LSM Indonesia yaitu dari KNRP, ACT, PKPU DAN BSMI Jakarta Raya, akan tetapi 2 unit mobil masih tertahan di wilayah Alexandria dalam proses pengurusan untuk masuk ke Gaza, jika perbatasan Rafah akan di buka kembali oleh pihak Mesir. 
 
Untuk sementara ambulance yang berhasil masuk Gaza sebanyak 3 unit, yaitu 2 unit ambulance donasi rakyat Indonesia melalui KNRP dan 1 unit dari pihak ACT. 
 
 
Mobil Ambulance Bantuan dari Rakyat Indonesia untuk Gaza Palestina
 
 
Ambulance ini dikawal oleh pihak KBRI Kairo hingga perbatasan Rafah. Ambulace tersebut langsung di arahkan menuju Departemen transporatsi Palestina untuk mendapatkan plat nomor mobil untuk selanjutnya diserahkan ke Menkes Gaza. (Radio Suara Palestina/Abdillah Onim)
Selengkapnya ...

Kamis, 22 Januari 2015

Di Tengah Blokade Israel, Perusahaan IT di Gaza ini Ingin Menyaingi Google

Di Tengah Blokade Israel, Perusahaan IT di Gaza ini Ingin Menyaingi Google
Karyawan Unit One, Perusahaan IT di Gaza

alBalaghMedia.com-- Perusahaannya saat ini mungkin belum mampu menyaingi Google atau pembuat software SAP Jerman, tapi pengusaha IT yang berbasis di Gaza, Saady Lozon memiliki rencana untuk mengubah itu.

Dalam sembilan tahun, Lozon dan rekannya Ahmed Abu Shaban telah mengembangkan perusahaan mereka, Unit One, dari perusahaan kecil yang awalnya beroperasi dari sebuah kamar di Jalur Gaza yang diblokade menjadi perusahaan besar yang sukses dengan klien di Eropa, Amerika Serikat dan dunia Arab.

Ditengah keterbatasan mereka di Gaza, mereka dapat mengembangkan aplikasi untuk Web dan perangkat mobile secara online dan menyediakan klien internasional dengan layanan data manajemen, bersaing dengan perusahaan-perusahaan di India dan di tempat lain.

"Kami telah berhasil menerobos dinding blokade  ," Ungkap Lozon (33), yang akan memperluas perusahaannya dengan menambah karyawan dari hanya 13 orang menjadi sekitar 60.

"Kami tingkatkan pelayanan dengan mengirim barang tepat waktu, sesuai keinginan konsumen." ujar Lozon lebih lanjut

Lozon dan Abu Shaban adalah lulusan sekolah komputer yang memiliki ide yang sama. Lulus sekolah Lozon bekerja sebagai kontraktor IT untuk PBB,  keluar dari kontraktor PBB akhirnya ia menjalankan usaha sendiri.

Mereka memenangkan konsumen pertama mereka setelah membuat presentasi Skype dan menawarkan percobaan gratis. Mereka meminjam uang dari teman untuk membeli komputer dan perlahan-lahan diperluas. Perusahaan ini menempati dua apartemen di lantai 5 sebuah gedung di distrik Gaza menghadap Mediterania.

Di kantor, puluhan wanita, yang mayoritas memakai jilbab, sibuk bekerja, satu kelompok memasukkan data pada merek dagang global untuk sebuah perusahaan di Belanda.

GAZA'S GOOGLE


Awalnya Unit One difokuskan pada pengembangan perangkat lunak dan membangun aplikasi untuk iPhone dan Android, tapi sekarang ada unit yang lebih besar menangani pengolahan data.

Dalam perjalanannya banyak rintangan yang menghadang, termasuk invasi  Israel ke Gaza pada Juli dan Agustus tahun lalu yang menyebabkan staf dan operasional terganggu, termasuk dan bank-bank fakta di Gaza tidak bisa dengan mudah menerima transfer dari luar negeri.

"Sulit pada awalnya," kata Lozon. "Pada tahun 2006, ketika blokade dimulai, kami harus membuka rekening di Tepi Barat," katanya, mengacu pada wilayah Palestina lainnya, yang tidak tunduk pada pembatasan yang sama.

Israel memberlakukan blokade terhadap Gaza setelah Hamas merebut kekuasaan pada tahun 2006. Kedua Mesir dan Israel terus menerapkan kontrol ketat terhadap pergerakan barang dan orang dalam dan keluar dari kantong, di mana 1,8 juta orang hidup.

Lozon mengatakan perang Gaza telah sangat bermasalah dalam industri di mana kesuksesan tergantung pada pengiriman cepat.

"Kami berusaha untuk mendapatkan kembali kepercayaan," katanya. "Kami memberitahu semua orang bahwa Gaza dapat melakukan pekerjaan tanpa hambatan."

Ditanya tentang keuangan, Lozon menolak untuk pergi ke detail, tapi mengatakan perusahaan tersebut menguntungkan dan berkembang. Ketika ia diiklankan untuk 10 pekerjaan baru, ia mendapat 400 aplikasi.

"Kami sedang bekerja untuk menjadi seperti Google," katanya dengan penuh keyakinan. "Saya berharap untuk membuat One Unit seperti Google untuk rakyat Gaza, tidak hanya untuk bisnis tetapi juga untuk hiburan." [WB/Islamedia/YL/albalaghmedia]
Selengkapnya ...

Minggu, 18 Januari 2015

Qatar Bantu 25 Juta Dollar untuk Gaza

Bantuan Proyek Rekonstruksi Gaza dari Qatar
- Bantuan Proyek Rekonstruksi Gaza dari Qatar -

alBalaghMedia.com-- Qatar telah menyumbangkan sebesar $ 25 juta untuk proyek-proyek rekonstruksi dan bahan bakar untuk pembangkit listrik di Jalur Gaza, surat kabar Felesteen melaporkan, sebagaimana dilansir oleh Middle East Monitor (MEMO).

Wakil Perdana Menteri Palestina dan Ketua Komite Rekonstruksi Gaza Muhammad Mustafa mengatakan bahwa uang itu akan dibagikan kepada keluarga yang rumahnya hancur total oleh pendudukan “Israel”, tetapi yang tidak terdaftar UNRWA. Diperkirakan bahwa ada sebanyak 3.344 keluarga yang termasuk dalam kategori ini.

Selain itu, sebanyak 1.551 keluarga, yang rumahnya rusak sebagian dan dihuni, akan mendapatkan bantuan dari uang ini.

Menurut pejabat tersebut, dana sebesar $ 6.000.000 telah dialokasikan bagi keluarga yang hidup dengan keluarga mereka atau di penampungan UNRWA. Dan sebanyak $ 6.000.000 akan dibayarkan kepada keluarga yang tinggal di rumah sewa.

Mustafa mengatakan, pembangkit listrik menjadi prioritas dan dana sebesar $ 10 juta akan dihabiskan untuk bahan bakar untuk mengoperasikannya.

(ameera/arrahmah.com/albalaghmedia)

Qatar telah menyumbangkan sebesar $ 25 juta untuk proyek-proyek rekonstruksi dan bahan bakar untuk pembangkit listrik di Jalur Gaza, surat kabar Felesteen melaporkan, sebagaimana dilansir oleh Middle East Monitor (MEMO).
Wakil Perdana Menteri Palestina dan Ketua Komite Rekonstruksi Gaza Muhammad Mustafa mengatakan bahwa uang itu akan dibagikan kepada keluarga yang rumahnya hancur total oleh pendudukan “Israel”, tetapi yang tidak terdaftar UNRWA. Diperkirakan bahwa ada sebanyak 3.344 keluarga yang termasuk dalam kategori ini.
Selain itu, sebanyak 1.551 keluarga, yang rumahnya rusak sebagian dan dihuni, akan mendapatkan bantuan dari uang ini.
Menurut pejabat tersebut, dana sebesar $ 6.000.000 telah dialokasikan bagi keluarga yang hidup dengan keluarga mereka atau di penampungan UNRWA. Dan sebanyak $ 6.000.000 akan dibayarkan kepada keluarga yang tinggal di rumah sewa.
Mustafa mengatakan, pembangkit listrik menjadi prioritas dan dana sebesar $ 10 juta akan dihabiskan untuk bahan bakar untuk mengoperasikannya.
(ameera/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2015/01/18/qatar-menyumbangkan-25-juta-ke-gaza.html#sthash.4gzoI46v.dpuf
Selengkapnya ...

Minggu, 11 Januari 2015

Rakyat Gaza Hadapi Musim Dingin, Dua Bayi Meninggal

 
Rakyat Gaza Hadapi Musim Dingin
Rakyat Gaza Hadapi Musim Dingin

alBalaghMedia.com-- Dua bayi Palestina tewas akibat cuaca dingin yang mendera Jalur Gaza. Tim medis memastikan kematian dua bayi, Jumat (9/1/2015) itu akibat gangguan paru-paru akibat kedinginan.

Layanan pertahanan sipil Gaza seperti diberitakan arabnews.com menginformasikan, puluhan rumah di wilayah pesisir, sudah porak-poranda oleh perang tahun lalu dengan Israel, kini semakin rusak setelah dihantam badai dan hujan salju yang parah. Kota Rafah termasuk kawasan terberat akibat cuaca ekstrem di kawasan tersebut.

“Setelah hujan deras rumah digenangi air banjir hingga kedalaman satu meter, sementara di tempat-tempat satu setengah meter ,” kata juru bicara kementerian kesehatan, Ashraf Al-Qudra seraya menambahkan bahwa korban banjir sudah dievakuasi ke sekolah.

Tim medis juga, seperti diberitakan AFP telah menyelamatkan beberapa orang terdampar menggunakan kapal nelayan kecil.[arabnews/atjehcyber]
Selengkapnya ...

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media