Tampilkan postingan dengan label zaitun rasmin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zaitun rasmin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2016

Wakil Ketua MPR: Ustad Zaitun Orang Yang Cinta Indonesia

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid bersama ustadz Muhammad Zaitun Rasmin. (Foto: Republika.co.id)


alBalaghMedia.com-- Wakil Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) KH. DR. Hidayat Nur Wahid, Lc, MA menyatakan, ketua umum Wahdah Islamiyah (WI) Ustad.DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA adalah orang yang cinta Indonesia.

Hal itu disampaikan doktor Hidayat menampik fitnah teroris yang dilakukan Metro Tv terhadap Ustad Zaitun dan ormas yang dipimpinny WI. "Beliau orang yang sangat cinta dengan Indonesia",  ucapnya di Jakarta belum lama ini.

"Saya tahu persis tentang siapa itu Ust. Zaitun Rasmin sebelum beliau kuliah di madinah, ketika dia kuliah di madinah, kawan saya di madinah, dan setelah beliau keluar dari madinah kegiatan beliau tidak kepada terorisme, terang Doktor alumni Universitas Islam Madinah ini.

"Perilaku beliau, ajaran beliau, kawan-kawan beliau adalah orang-orang yang menjunjung tinggi tentang moral, tentang keadilan, penegakan hukum', lanjutnya.

 Oleh karena itu, mantan ketua MPR ini menyesalkan pemberitaan Metro Tv yang memfitnah WI dan Ustad Zaitun sebagai jaringan teroris di Indonesia. Menurutnya tudahan itu tidak berdasar dan tanpa bukti.
"Jangan hanya melempar isu, apa lagi kalau itu menjadi fitnah", pungkasnya. (Sym)
Selengkapnya ...

Sabtu, 09 Januari 2016

Omas-ormas Islam Dan FKPT Sulsel Tolak Tuduhan Teroris Terhadap Wahdah Islamiyah



Nama Wahdah Islamiyah (WI) organisasi Islam yang berpusat di Sulsel beberapa hari ini jadi bahan pembicaraan. Namanya ramai disebut-sebut di media sosial pasca tayangan salah satu TV nasional yang menampilkan slide dengan tulisan berjudul jaringan teroris lalu di bawahnya tertera tulisan Wahdah Islamiyah dan nama Muhammad Zaitun Rasmin, ketua umum Wahdah Islamiyah.

Tidak terima dituding sebagai organisasi jaringan teroris itu, Wahdah Islamiyah pun angkat bicara. Ormas-ormas Islam di Sulsel ikut memberi reaksi dan beri dukungan.

"Ketika melihat tayangan ulang di TV itu, saya jadi sedih. Ini namanya fitnah. Saudara kita difitnah. Dalam Islam, perbedaan dibenarkan karena perbedaan itu rahmat. Tetapi yang tidak dibenarkan itu adalah perpecahan," kata Prof Dr Ahmad Sewang, ketua harian Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Sulsel dalam acara silaturahmi tokoh ormas-ormas Islam Sulsel malam ini, Sabtu, (9/1) di Jalan Racing Centre khususnya menyikapi tudingan terhadap Wahdah Islamiyah sebagai organisasi jaringan teroris.

Antara lain yang hadir dalam malam silaturrahmi ini adalah tokoh-tokoh dari Muhammadiyah, NU, FPI, Forum Umat Islam (FUI) Sulsel, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulsel, Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Sulsel dan Wahdah Islamiyah sendiri yang dihadiri ketuanya ustads Muhammad Zaitun Rasmin. Juga hadir dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel, Prof Dr Arfin Hamid dan AM Iqbal Parewangi, anggota DPD RI dari Sulsel.

Pernyataan pembelaan juga datang dari ketua FKPT Sulsel, Prof Dr Arfin Hamid. Kata dia, tidak ada organisasi Islam di Sulsel yang masuk jaringan terorisme.

"Sudah tiga tahun kita FKPT melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan terorisme. Aktif melakukan diskusi bersama ormas-ormas Islam yang ada tentang pencegahan terorisme. Yang kami rasakan di Sulsel, tidak ada itu jaringan terorisme," tandas Prof Dr Arfin Hamid.

Kalaupun ada di antara ormas-ormas itu yang keras-keras, menurutnya itu hanyalah gaya. Sebagaimana ada organisasi-organisasi lain yang memilih bergaya lemah lembut.

Diungkap, dirinya belum pernah melihat tayangan ulang di salah satu TV nasional itu yang membuat organisasi Wahdah Islamiyah terpojok karena dituding sebagai organisasi jaringan teroris. Tetapi diketahui jika dalam acara TV itu, menghadirkan Brigjen Polisi Hamidin, direktur pencegahan Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) sebagai nara sumber. Dan hingga saat ini, kata Arfin, dirinya sebagai ketua FKPT Sulsel belum ada komunikasi dengan BNPT terkait tudingan itu.

Sementara itu, ustaz Muhammad Zaitun Rasmin ketua Umum Wahdah Islamiyah mengatakan, TV nasional yang menuding organisasinya itu sama sekali tanpa dasar. Pihaknya sudah berusaha mencari tahu dari mana asal data tayangan TV itu hingga ke BNPT dan BNPT nyatakan data itu bukan dari pihaknya.

"TV nasional Metro TV ini harus bertanggung jawab atas tudingan yang merusak nama baik kami dan organisasi kami," tegas ustaz Zaitun Rasmin seraya mengatakan, sejak penayangan tanggal 3 Januari itu, pihak Metro TV sama sekali belum ada itikad baiknya untuk melakukan pengecekan atau mengklarifikasi dengan menghubunginya terkait tudingan tersebut. Padahal keluhan, protes dari pihak Wahdah Islamiyah sudah ramai dibicarakan termasuk di media sosial.[]

Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/ormas-ormas-islam-sulsel-nyatakan-wahdah-islamiyah-bukan-teroris.html
Selengkapnya ...

Warga Gorontalo Tolak Fitnah Teroris oleh Metro TV terhadap Wahdah Islamiyah



Warga Gorontalo menolak tuduhan teroris yang dilakukan oleh salah satu stasiun televisi nasional, Metro TV, terhadap ormas Wahdah Islamiyah dan pimpinannya, DR. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc. MA.

Warga yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat Gorontalo membentangkan spanduk bertuliskan, “Kami warga Gorontalo menolak tuduhan teroris oleh Metro TV kepada Ustad Zaitun dan ormas Wahdah Islamiyah”.

Menanggapi fitnah Metro TV terhadap Wahdah Islamiyah dan Zaitun Rasmin, Ketua MUI Provinsi Gorontalo KH Abdurrahman Bahmid mengatakan, “Saya sangat kenal dengan Wahdah Islamiyah sebagai organisasi, saya juga kenal dengan aktifitas mereka, bahkan saya langsung berinteraksi dengan aktifitas dakwah mereka”.

“Kami melihat apa yang dituduhkan itu sesuatu yang sangat tidak berdasar, sesuatu yang sangat ngawur”, lanjut tokoh masyarakat Gorontalo ini.

Ustaz Abdurrahman juga mengatakan bahwa materi dakwah yang disampaikan oleh dai Wahdah Islamiyah jauh dari kesan teroris, bahkan  mereka sangat anti terhadap kekerasan.

“Jadi, saya sebagai pribadi sangat menyesalkan apa yang disampaikan oleh Metro TV, menyampaikan berita tetapi tidak mempunyai sumber yang jelas”, lanjutnya. “Dan untuk itu, ini harus diklarifikasi langsung oleh pihak media mereka (Metro TV)”, pungkasnya.

Sebelumnya, dalam sebuah tayangannya, stasiun televisi milik Ketua Umum Partai Nasdem itu menayangkan bila ormas Wahdah Islamiyah dan Zaitun Rasmin adalah bagian dari jaringan teroris di Indonesia. []

Sumber: suara-islam.com/read/index/16704/Warga-Gorontalo-Tolak-Fitnah-Teroris-oleh-Metro-TV-terhadap-Wahdah-Islamiyah
Selengkapnya ...

Jumat, 08 Januari 2016

Wakil Ketua MPR Bela Wahdah Islamiyah

 
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyampaikan keprihatinannya terhadap cobaan berupa fitnah yang menerpa Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammad Zaitun Rasmin, bersama dengan lembaga Wahdah Islamiyah yang dipimpinnya.

Menurut politisi senior Partai Keadilan Sejahtera ini, media massa yang melakukan tuduhan seharusnya memberikan bukti. “Jangan hanya melempar isu, apalagi kalau itu menjadi fitnah. Kalau itu kemudian menjadi fitnah dan menjadi pencemaran nama baik, itu pelanggaran hukum tentang ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik),” kata Hidayat kepada wartawan televisi yang mewawancarainya seusai bermain olahraga badminton di Jakarta, dalam sebuah tayangan yang sudah diunggah di YouTube, Jumat (8/1) malam tadi.

Dia menambahkan, Wahdah Islamiyah dan Zaitun berhak untuk menuntut keadilan. Berhak untuk menuntut kebenaran.  Apakah melalui jalur somasi, bahkan melalui jalur hokum pun itu diperbolehkan. 

Hidayat mengungkapkan, sejumlah orang sudah diberikan sanksi hukum karena melanggar Undang-Undang tentang ITE. Kapolri juga sebelumnya telah membuat surat edaran yang memperingatkan agar tidak menyebar berita yang berkonotasi mencemarkan nama baik, memfitnah, hingga mengadu domba. 

“Sekarang terjadi peristiwa ini, menurut saya, kepolisian juga harus melakukan penegakan hukum. Apakah menunggu atau tidak menunggu, tetapi ada juga kewajiban polisi untuk menegakkan hukum dalam konteks ini, hukum yang seadil-adilnya harus ditegakkan. Teroris yang sesungguhnya memang harus kita koreksi, harus kita berantas. Tetapi yang difitnah sebagai teroris, itu jelas suatu hal yang merupakan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Hidayat mengaku tahu betul tentang sosok Zaitun Rasmin. “Saya tahu persis tentang siapa itu Ustad Zaitun Rasmin. Sebelum beliau kuliah di Madinah. Ketika dia kuliah di Madinah. Kawan saya di Madinah. Dan setelah beliau keluar dari Madinah, kegiatan beliau tidak kepada terorisme. Tidak mengadakan terorisme. Perilaku beliau, ajaran beliau, kawan-kawan beliau adalah orang-orang yang menjunjung tinggi tentang moral, tentang keadilan, penegakan hukum. Beliau orang yang sangat cinta dengan Indonesia.

Hari ini, misalnya, kami main badminton bersama di sini. Saya tegaskan sekali lagi, badminton adalah sebuah olahraga yang membanggakan bangsa Indonesia. Dan kalau kita main badminton, kita senang, kita jadi lebih terbuka, dan tidak ada teroris yang main badminton. Jadi, kalau beliau main badminton di sini, itu adalah salah satu bukti bahwa beliau memang bukan teroris dan tidak terkait dengan teroris, pun termasuk Wahdah Islamiyah," terang Hidayat.
 
Selengkapnya ...

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media