Wakil Ketua MPR
Hidayat Nur Wahid menyampaikan keprihatinannya terhadap cobaan berupa
fitnah yang menerpa Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammad Zaitun Rasmin, bersama dengan lembaga
Wahdah Islamiyah yang dipimpinnya.
Menurut
politisi senior Partai Keadilan Sejahtera ini, media massa yang
melakukan tuduhan seharusnya memberikan bukti. “Jangan hanya melempar
isu, apalagi kalau itu menjadi fitnah. Kalau itu kemudian menjadi fitnah
dan menjadi pencemaran nama baik, itu pelanggaran hukum tentang ITE
(Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik),” kata Hidayat kepada
wartawan televisi yang mewawancarainya seusai bermain olahraga
badminton di Jakarta, dalam sebuah tayangan yang sudah diunggah di YouTube, Jumat (8/1) malam tadi.
Dia
menambahkan, Wahdah Islamiyah dan Zaitun berhak untuk menuntut
keadilan. Berhak untuk menuntut kebenaran. Apakah melalui jalur somasi,
bahkan melalui jalur hokum pun itu diperbolehkan.
Hidayat
mengungkapkan, sejumlah orang sudah diberikan sanksi hukum karena
melanggar Undang-Undang tentang ITE. Kapolri juga sebelumnya telah
membuat surat edaran yang memperingatkan agar tidak menyebar berita yang
berkonotasi mencemarkan nama baik, memfitnah, hingga mengadu domba.
“Sekarang
terjadi peristiwa ini, menurut saya, kepolisian juga harus melakukan
penegakan hukum. Apakah menunggu atau tidak menunggu, tetapi ada juga
kewajiban polisi untuk menegakkan hukum dalam konteks ini, hukum yang
seadil-adilnya harus ditegakkan. Teroris yang sesungguhnya memang harus
kita koreksi, harus kita berantas. Tetapi yang difitnah sebagai teroris,
itu jelas suatu hal yang merupakan pelanggaran hukum,” tegasnya.
Hidayat
mengaku tahu betul tentang sosok Zaitun Rasmin. “Saya tahu persis
tentang siapa itu Ustad Zaitun Rasmin. Sebelum beliau kuliah di Madinah.
Ketika dia kuliah di Madinah. Kawan saya di Madinah. Dan setelah beliau
keluar dari Madinah, kegiatan beliau tidak kepada terorisme. Tidak
mengadakan terorisme. Perilaku beliau, ajaran beliau, kawan-kawan beliau
adalah orang-orang yang menjunjung tinggi tentang moral, tentang
keadilan, penegakan hukum. Beliau orang yang sangat cinta dengan
Indonesia.
Hari
ini, misalnya, kami main badminton bersama di sini. Saya tegaskan
sekali lagi, badminton adalah sebuah olahraga yang membanggakan bangsa
Indonesia. Dan kalau kita main badminton, kita senang, kita jadi lebih
terbuka, dan tidak ada teroris yang main badminton. Jadi, kalau beliau
main badminton di sini, itu adalah salah satu bukti bahwa beliau memang
bukan teroris dan tidak terkait dengan teroris, pun termasuk Wahdah
Islamiyah," terang Hidayat.
