Jumat, 08 Januari 2016

Wakil Ketua MPR Bela Wahdah Islamiyah

 
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyampaikan keprihatinannya terhadap cobaan berupa fitnah yang menerpa Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammad Zaitun Rasmin, bersama dengan lembaga Wahdah Islamiyah yang dipimpinnya.

Menurut politisi senior Partai Keadilan Sejahtera ini, media massa yang melakukan tuduhan seharusnya memberikan bukti. “Jangan hanya melempar isu, apalagi kalau itu menjadi fitnah. Kalau itu kemudian menjadi fitnah dan menjadi pencemaran nama baik, itu pelanggaran hukum tentang ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik),” kata Hidayat kepada wartawan televisi yang mewawancarainya seusai bermain olahraga badminton di Jakarta, dalam sebuah tayangan yang sudah diunggah di YouTube, Jumat (8/1) malam tadi.

Dia menambahkan, Wahdah Islamiyah dan Zaitun berhak untuk menuntut keadilan. Berhak untuk menuntut kebenaran.  Apakah melalui jalur somasi, bahkan melalui jalur hokum pun itu diperbolehkan. 

Hidayat mengungkapkan, sejumlah orang sudah diberikan sanksi hukum karena melanggar Undang-Undang tentang ITE. Kapolri juga sebelumnya telah membuat surat edaran yang memperingatkan agar tidak menyebar berita yang berkonotasi mencemarkan nama baik, memfitnah, hingga mengadu domba. 

“Sekarang terjadi peristiwa ini, menurut saya, kepolisian juga harus melakukan penegakan hukum. Apakah menunggu atau tidak menunggu, tetapi ada juga kewajiban polisi untuk menegakkan hukum dalam konteks ini, hukum yang seadil-adilnya harus ditegakkan. Teroris yang sesungguhnya memang harus kita koreksi, harus kita berantas. Tetapi yang difitnah sebagai teroris, itu jelas suatu hal yang merupakan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Hidayat mengaku tahu betul tentang sosok Zaitun Rasmin. “Saya tahu persis tentang siapa itu Ustad Zaitun Rasmin. Sebelum beliau kuliah di Madinah. Ketika dia kuliah di Madinah. Kawan saya di Madinah. Dan setelah beliau keluar dari Madinah, kegiatan beliau tidak kepada terorisme. Tidak mengadakan terorisme. Perilaku beliau, ajaran beliau, kawan-kawan beliau adalah orang-orang yang menjunjung tinggi tentang moral, tentang keadilan, penegakan hukum. Beliau orang yang sangat cinta dengan Indonesia.

Hari ini, misalnya, kami main badminton bersama di sini. Saya tegaskan sekali lagi, badminton adalah sebuah olahraga yang membanggakan bangsa Indonesia. Dan kalau kita main badminton, kita senang, kita jadi lebih terbuka, dan tidak ada teroris yang main badminton. Jadi, kalau beliau main badminton di sini, itu adalah salah satu bukti bahwa beliau memang bukan teroris dan tidak terkait dengan teroris, pun termasuk Wahdah Islamiyah," terang Hidayat.
 
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media