Kamis, 12 Februari 2015

Presiden Erdogan Kritik Obama yang Bungkam atas Penembakan Mahasiswa Muslim AS

Presiden Erdogan Kritik Obama yang Bungkam atas Penembakan 3 Mahasiswa Muslim AS
Presiden Erdogan kritik Obama di sela-sela kunjugannya ke Meksiko
 
alBalaghMedia.com-- Presiden Turki, Tayyip Recep Erdogan mengkritik Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan seluruh jajarannya yang bungkam mengenai peristiwa penembakan tiga umat muslim di Kota Chapel Hill, North Carolina, AS.

Di sela-sela kunjungannya ke Meksiko, Erdogan menyeru kepada Obama dan pemerintah AS untuk mengecam pembunuhan Deah Shaddy Barakat, 23, istrinya Yusor Mohammad, 21, beserta iparnya Razan Mohammad Abu-Salha, 19, di Kota Chapel Hill. (Baca: 3 Mahasiswa Muslim Tewas Ditembak di AS)

“Presiden (Barack) Obama, (Menlu AS John) Kerry, (Wapres AS Joe) Biden sampai saat ini belum mengeluarkan pernyataan tentang hal ini. Dari sini, saya menyeru kepada Obama. Anda adalah presiden (AS). Saya juga menyeru kepada Biden dan Kerry. Kita adalah politisi, kita bertanggung jawab atas apa yang terjadi di negara kita, kita harus menunjukkan sikap. Ketika masyarakat memilih kita, mereka mempercayakan aset mereka, keamanan mereka, kehidupan mereka, dan mereka memberikan kepercayaan itu dalam pemilihan. Jika Anda, setelah insiden serangan seperti ini, tetap bungkam, dunia juga akan bungkam terhadap Anda,” papar Erdogan. (Baca: 'Cueknya' Media Barat Terhadap Penembakan Mahasiswa Muslim Dikecam Netizen )

Seruan Erdogan dicetuskan tatkala tiga umat muslim korban penembakan di Kota Chapel Hill, dimakamkan.

Pemakaman dihadiri lebih 5000 orang

Wartawan BBC, Rajini Vaidyanathan, melaporkan dari kota tersebut. Menurutnya, ribuan orang berdatangan guna menyampaikan duka cita.

“Pemakaman itu adalah yang terbesar dari pemakaman yang pernah saya kunjungi. Pelayat berdatangan terus, benar-benar ajaib,” ujar Nisrin Shabin, salah seorang pelayat.

Sebagian besar pelayat yang diwawancarai merasa pembunuhan terhadap Deah Shaddy Barakat, 23, istrinya Yusor Mohammad, 21, beserta iparnya Razan Mohammad Abu-Salha, 19, dipicu bukan sekedar perselisihan soal parkir.

Sarah, seorang perempuan yang tumbuh besar bersama ketiga korban, mengaku mengalami Islamophobia. “Anda harus punya kebencian di dalam hati Anda untuk membunuh tiga orang secara berdarah dingin, apalagi mengenai lahan parkir.”

Di sisi lain, tersangka pelaku penembakan, Craig Stephen Hicks, memang dikenal suka berseteru dengan tetangga-tetangganya soal lahan parkir. Michael Nam, salah seorang tetangga Hicks, mengaku pernah didatangi Hicks dengan pistol terselip di pinggang.

Sejauh ini, kepala kepolisian Chapel Hill, Chris Blue, menyatakan belum bisa berspekulasi mengenai motif Hicks. Namun, dalam pidato prosesi pemakaman, Blue berikrar untuk menyelidiki semua petunjuk, termasuk dugaan motif kebencian terhadap agama.[bbc/islamedia/YL/albalaghmedia]





Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media