Rabu, 21 Januari 2015

Pemberontak Syiah Houtsi Kuasai Istana Presiden Yaman

Pemberontak Syiah Houthi Kuasai Istana Presiden Yaman
- Pemberontak Syiah Houtsi Kuasai Istana Presiden Yaman -


alBalaghMedia.com-- Kelompok pemeberontak Syiah Houthi di Yaman mengambil alih istana kepresidenan di ibukota Sanaa.

Dikutip dari BBC, Selasa (20/1), komandan pasukan penjaga presiden Yaman Kolonel Saleh al-Jamalani mengatakan tindakan itu adalah kudeta.

Saat kejadian, Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi tidak berada di istana. Namun, kediamannnya di wilayah lain dilaporkan diserang.

Kolonel Jamalani mengatakan milisi Houthi berhasil masuk ke dalam istana karena dibantu orang dalam. Mereka menjarah gudang senjata yang berada di bawah tanah istana.

Sebelumnya pada 21 September 2014 lalu milisi Syiah Houthi berhasil merebut ibukota Sana’a, dalam protes bersenjata menutut mundurnya pemerintahan Abed Rabbo Mansour Hadi dan turunnya harga bbm, yang berakhir dengan kesepakatan damai antara pemerintah dengan kelompok Syiah Houthi yang diprakarsai oleh PBB.

Jurnalis kenamaan Timur Tengah, Ahmad Muslimani, menyebut insiden penyerangan istana kepresidenan Yaman oleh kelompok Pemberontak Syah Houtsi adalah bukti bahwa para pemberontak itu telah berhasil menggulingkan Abed Rabbo Mansour Hadi.

Dalam wawancaranya di stasiun televisi Voice of Cairo pada Senin (19/01) malam kemarin, Ahmad Muslimani mengatakan bhawa insiden penyerangan istana presiden membuktikan bahwa mulai hari itu Yaman telah menjadi bagian dari kekuasaan syiah Iran. Kemudian Ahmad Muslimani menambahkan bahwa era pemerintahan Yaman telah habis, dan kini Yaman telah menjadi bagian dari Iran dan Syiah.

Menurutnya Yaman kini memerlukan seorang sosok pahlawan nasional untuk menyelamatkan negara mereka dari rezim Syiah di bawah bayang-bayang Iran, tanpa harus membedakan apakah dia Al Qaeda ataupun Ikhwan.

Sementara itu juru bicara Kepresidenan Yaman, Rajah Paddy, mengatakan dalam wawancaranya dengan saluran televisi CBC Xtra bahwa Kementerian Informasi serta stasiun televisi dan kantor berita resmi negara kini telah dikuasai oleh milisi pemberontak Syiah Houtsi. Bahkan Rajah menegaskan bahwa segala sesuatu yang keluar dari lembaga tersebut tidak mewakili pemerintah Yaman. (Shorouk/Ram/bbc/voc)
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media