Sabtu, 27 September 2014

Golongan Yang Tidak Dilihat Allah di Hari Kiamat



Oleh Muhammad Ode Wahyu 

Hari kiamat adalah hari yang sangat dahsyat. Hura-haranya begitu menakutkan, sampai-sampai setiap orang tidak peduli lagi dengan keluarganya. Manusia akan lari dari saudara-saudaranya, ibunya, bapaknya, kerabatnya bahkan anak-anaknya yang selama hidupnya menjadi buah hati yang tidak bisa terpisahkan dari dirinya.

Pada hari tersebut, dengan keguncangannya yang sangat dahsyat, saat manusia memikirkan semua apa yang telah mereka perbuat, saat ketakutan melanda setiap diri mereka, saat ancaman berada di pelupuk mata mereka, maka pertolongan dan naungan dari sang Pemilik hari pembalasan menjadi harapan setiap jiwa.


Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa ada beberapa golongan dari kalangan manusia yang akan mendapatkan syafaat berupa naungan dari-Nya. Namun, tidak sedikit dari ayat-ayat al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mengabarkan kepada kita akan adanya kelompok-kelompok manusia yang sama sekali tidak akan dilihat dan diperhatikan oleh Allah Azza wa Jalla.

Mereka dicampakkan-Nya sebagaimana mereka melupakan Allah. Penyesalan meliputi setiap diri mereka saat neraka sudah dihadapkan di pelupuk matanya, hingga mereka berkata, “sungguh celakanya kami, Kiranya Kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan Kami, serta menjadi orang-orang yang beriman." (Terjemahan QS. Al An'am: 27).

Allah berfirman (yang artinya):
“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janjinya dengan Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berbicara dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Ali Imran:77)

Al imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah tidak akan berbicara dengan mereka dengan rahmat-Nya, juga tidak melihat mereka dengan pandangan rahmat-Nya serta tidak menyucikan mereka, bahkan mereka diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka.” (lihat: Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 2 halaman 53)
Diantara kelompok-kelompok manusia yang juga disebutkan Rasululullah tentang hal ini dalam beberapa haditsnya adalah:

1. Musbil, mannan dan pedagang yang berdusta atas nama Allah.
Musbil adalah istilah syar'i yang merupakan sebutan dalam bahasa arab bagi orang yang memanjangkan pakaiannya melewati mata kakinya. Ini adalah dosa besar yang sangat disepelekan oleh manusia hari ini. Mereka menganggapnya seperti lalat yang hinggap di hidung mereka, sekali tepuk ia akan pergi. Mereka menganggapnya remeh padahal di sisi Allah adalah perkara yang sangat agung.

Sehingga tidak jarang diantara manusia hari ini menjadikannya sebagai bahan candaan, lalu memberi gelar-gelar aneh sebagai bahan ejek-ejekan mereka. Seperti RCTI (Rombongan Celana Tinggi), SCTI (Sarung Celana Tinggi), banjir dan lain sebagainya.

Hendaknya setiap muslim sadar akan bahaya candaan seperti ini. Jika mereka tidak mampu menjalankan syariat Allah rasul-Nya ini, maka jangan sekali-kali menjadikannya sebagai bahan candaan, karena ini merupakan istihza' (olok-olokan) terhadap syariat Allah dan Rasul-Nya yang sangat dimurkai oleh Allah.

Allah berfirman (yang artinya):
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At Taubah: 65-66)

Tentang isbal ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, “tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, Dia tidak akan melihat mereka, dan tidak mensucikan mereka, sehingga bagi mereka azab yang sangat pedih.” Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengulanginya 3 kali. Berkata Abu Dzar, “mereka telah celaka, mereka telah rugi. Siapakah mereka wahai Rasulullah?” beliau berkata, “seorang musbil (yang memanjangkan pakaiannya melewati mata kakinya, mannan (orang yang menyebut-nyebut pemberiannya) dan seorang pedagang yang menjual barangnya dengan  cara berdusta atas nama Allah. (HR. Muslim: 106).

Beberapa orang menganggap perkara isbal yang dimaksud adalah jika disertai rasa sombong, dengan berdalih pada hadits Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. Padahal dalam hadits tersebut, Rasulullah memaklumkan kondisi Abu Bakar yang kurus dimana ia sudah berusaha manjaga pakaiannya agar tidak melorot ketika ia tidak sadar. Olehnya maksud kesombongan itu adalah memanjangkan kain itu sendiri, sebagaimana hadits Abdullah Ibnu umar dan juga kisah Umar Ibnul Khattab menjelang kematiannya, saat ia telah tertikam hingga apapun yang ia minum keluar melalui usus-usus yang sobek di perutnya. Dalam keadaan sekarat seperti itu, seorang pria datang kepadanya dengan kondisi isbal, maka Umar pun memerintahkannya untuk mengangkat pakaiannya di atas mata kakinya.

2. Orang yang durhaka pada orang tuanya, wanita menyerupai laki-laki, dan dayyuts
Tentang ketiga golongan ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat, seorang yang durhaka pada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai laki-laki, dan seorang dayyuts, dan tiga orang yang tidak akan masuk surga, orang yang durhaka pada orang tuanya, pecandu khamar dan orang yang suka menyebut apa yang telah ia berikan pada orang lain.” (HR. Nasai: 2354)

Dayyuts adalah seorang laki-laki yang tidak merasa cemburu jika ada keluarganya yang terjatuh pada perbuatan fahisyah. Tidak cemburu jika istrinya dinikmati oleh orang lain, berjalan dengan orang lain dan disentuh oleh orang lain. Juga termasuk seorang ayah yang membiarkan anggota keluarganya yang merupakan mahram baginya terjatuh dalam perbuatan tersebut. Ini adalah penyakit yang menjadi musibah bagi kebanyakan kaum muslimin hari ini. Sehingga menimbulkan banyak korban. Perzinahan, perselingkuhan hamil di luar nikah, dan lain sebagainya.

3. Orang yang menggauli istrinya lewat duburnya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Allah tidak akan melihat seorang laki-laki yang menggauli istrinya lewat duburnya.” (HR. Ibnu Hibban: 4203. Al-Arnauth berkata sanadnya hasan dan al-Al Albani berkata hadits ini hasan shahih)

4. Wanita yang tidak mensyukuri suaminya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Allah tidak akan melihat wanita yang tidak mensyukuri suaminya dimana ia tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasai: 9086)

Banyak wanita hari ini yang terjerumus dalam perangkap syaithan yang satu ini. mereka berhias dengan perhiasan yang sangat ekstra jika keluar rumah. Namun untuk suami mereka, tak ada hiasan sama sekali. Pada akhirnya, keinginan wanita berhias ketika ia keluar adalah untuk mendapatkan perhatian dan decak kagum orang lain. Maka sungguh menyedihkan para suami yang membiarkan istri-istrinya seperti ini. Padahal orang-orang shaleh terdahulu, sebagaimana yang terjadi pada imam Ahmad rahimahullah, ia begitu cemburu jika suara kaki istrinya di dapur terdengar oleh tamunya di depan. Padahal istrinya sama sekali tidak terlihat.

5. Pemimpin yang pendusta, orang yang telah tua berzina, orang miskin tapi sombong
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “tiga golongan yang Allah tidak akan lihat pada hari kiamat, pemimpin yang pendusta, syaikh (orang berilmu/orang yang telah tua) berzina dan seorang yang miskin tapi sombong.” (HR. Ibnu Hibban: 7337, al Albani mengatakan, hadits hasan shahih dan al Arnauth berkata sanadnya kuat).

Sejatinya seorang pemimpin memperlihatkan hal terpuji kepada rakyatnya. Sebagai teladan kepada rakyatnya. Masuk dalam hal ini pemimpin yang paling besar seperti presiden, gubernur, walikota atau pun bupati hingga pemimpin yang paling kecil, seperti pemimpin keluarga.

Demikian sebagian golongan-golongan manusia yang tidak akan mendapatkan perhatian dari Allah pada hari kiamat kelak, akibat dosa mereka sendiri. Walau sebenarnya masih banyak penyebab-penyebab lain yang disebut oleh Allah dalam al-Qur'an yang tidak sempat dibahas disini. Maka selayaknyalah seorang muslim mengintropeksi dirinya agar tidak menjadi manusia-manusia yang menyesal pada hari kiamat.
Wallahu a'lam.[]
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media