Kamis, 29 Januari 2015

Agar Tidak Menyesatkan Umat, MUI Sidoajo Akan Membakar Mushaf “Al-Qur’an Raksasa”

Agar Tidak Menyesatkan Umat MUI Sidoajo Akan Membakar Mushaf “Al-Qur’an Raksasa”
- Mushaf raksasa diperiksa aparat dan MUI Sidoarjo -

alBalaghMedia.com-- Mushaf “Al Qur’an raksasa” yang sebelumnya diklaim jatuh ke rumah Anang Asriyanto secara misterius ternyata hanya tipuan. Mushaf berukuran 2 x 1,2 meter itu dibelinya seharga Rp 42 juta dan sengaja dijatuhkan ke kamarnya saat istighatsah dua pekan lalu.

Selain menemukan modus penipuan tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo juga menemukan banyak kesalahan tulis dalam mushaf raksasa itu. Selain banyak kesalahan harakat dan kalimat, juga ditemukan kesalahan penyusunan juz. Di antaranya, harokat, panjang pendek, dan penambahan huruf, serta penggabungan 2 ayat menjadi 1/2 ayat. Mushaf tersebut juga tidak ada nomor halaman, nama surat, dan nama juz. Selain itu, ada kelebihan satu kalimat "unzila" yang diulang dua kali secara berjajar di ayat ke-4 Surat Al Baqarah.

Karenanya, MUI akan memusnahkannya. “Iya keputusan rapat terakhir harus dimusnahkan, harus dibakar sampai habis ludes. Agar tidak menimbulkan kemusyrikan. Itu salah semua,” kata Ketua MUI Sidoarjo KH Usman Bahri seperti dikutip Merdeka.com, Kamis (29/1/2015).

Keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah yang digelar MUI Sidoarjo bersama para ulama, perwakilan pemerintah daerah dan pelaku atau pemilik rumah Anang Asriyansah, yang digelar pada Rabu (28/1/2015).

Usman menambahkan, pihaknya akan membakar Al Quran raksasa tersebut di Pendopo Kabupaten Sidoarjo dalam waktu dekat, sekitar dua hingga tiga hari ke depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anang warga Desa Glagah Arum, Porong, Sidoarjo mengaku menemukan Al Quran berukuran raksasa muncul secara misterius di kamar rumahnya di tanggul lumpur Lapindo, Sidoarjo.

Menurutnya, ketika ada istighasah di rumahnya, Senin (12/1/2015) lalu, ia dan jamaah dikejutkan dengan suara keras seperti benda jatuh. Meski ada yang khawatir dan menduga lumpur Lapindo ‘mengamuk’ lagi, istighasah sempat dilanjutkan. Setelah istighasah selesai, Anang memeriksa kamar depan karena ia merasa suara itu bersumber dari sana.

Tak lama kemudian, Anang keluar dari kamar dengan membawa sebuah mushaf Al Qur’an raksasa berukuran sekitar 2 meter x 1,2 meter. Ia membawa mushaf tersebut ke ruang tamu yang ditempati istighasah. Ditunjukkannya mushaf tersebut kepada jamaah istighasah yang masih berada di sana.

Keesokan harinya, MUI langsung bertindak cepat memeriksa mushaf tersebut.

Setelah berlalu dua pekan, barulah Anang mengakui aksi tipuannya tersebut.

Anang Asrianto, mengakui kesalahannya. Ia meneken surat pernyataan dan sepakat mushaf dimusnahkan. Ia juga tak akan menuntut apapun.

Anang mengaku mushaf tersebut tidak datang secara gaib. "Alquran itu dia (Anang) dapat dengan membeli ke seseorang yang tidak mau disebut namanya. Harganya sekitar Rp 42 juta. Tujuannya hanya untuk ketenaran," tambah Usman Bahri menirukan pengakuan Anang.[]
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita

Kajian

Koreksi

Kisah

Muslimah

Khazanah

Catatan Kecil

Opini

Dari Ummat

Dibolehkan menyebarkan konten website ini tanpa perlu izin dengan tetap menyertakan sumbernya. Tim al-Balagh Media